BI catat penguatan rupiah 0,49 persen pada Juni 2021

BI catat penguatan rupiah 0,49 persen pada Juni 2021

Tangkapan layar - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Webinar BPK RI Seri II di Jakarta, Selasa (15/6/2021). (ANTARA/Tangkapan layar BPK RI Official/pri.)

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamental dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar
Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mencatat penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS rata-rata mencapai 0,49 persen pada Juni 2021 seiring dengan masuknya aliran modal asing ke pasar domestik.

"Nilai tukar rupiah menguat sejalan dengan kembali masuknya aliran modal asing dan langkah stabilisasi BI," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis.

Ia memaparkan penguatan kurs yang secara point-to-point mencapai 0,3 persen dibandingkan level Mei 2021 ini juga terjadi seiring dengan penurunan ketidakpastian pasar keuangan global dan persepsi investor yang membaik terhadap kondisi domestik.

Saat ini, menurut dia, ketidakpastian pasar keuangan global mulai menurun sejalan dengan kejelasan arah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) yang tetap akomodatif dan berpandangan masih terlalu dini untuk pengurangan stimulus moneter (tapering) AS.

Kejelasan The Fed dalam melanjutkan pembelian surat-surat berharga sampai adanya perkembangan yang substansial terkait inflasi dan tenaga kerja telah meningkatkan masuknya aliran modal ke negara berkembang dan mendorong penguatan mata uang di berbagai negara tersebut.

Dengan perkembangan ini, Perry mengatakan rupiah sampai dengan 16 Juni 2021 tercatat depresiasi sekitar 1,32 persen (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020, atau relatif lebih rendah dari negara lain di kawasan, seperti Thailand, Korea Selatan, dan Malaysia.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamental dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar," katanya.

Meski demikian, pergerakan rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi sempat terkoreksi setelah The Fed memajukan proyeksi kenaikan suku bunga acuan pada 2023, dari sebelumnya 2024.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 92 poin atau 0,65 persen ke posisi Rp14.330 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya (Rabu), Rp14.238 per dolar AS.

Baca juga: BI: Kondisi pasar keuangan masih stabil, merespons kebijakan The Fed
Baca juga: BI pertahankan suku bunga acuan 3,5 persen
Baca juga: BI larang lembaga keuangan gunakan uang kripto untuk alat pembayaran

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BI pertahankan BI7DRR di level 3,5%

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar