Survei: Produk makanan dan kesehatan banyak dibeli selama pandemi

Survei: Produk makanan dan kesehatan banyak dibeli selama pandemi

Deretan produk "fast moving consumer goods" (FMCG) di dalam kios. Survei menyebutkan selama pandemi masyarakat banyak membeli produk fmcg terdiri dari makanan, minuman dan perawatan kesehatan dalam survei yang dirilis Kantar Indonesia, Jumat (18/6/2021). ANTARA/Ganet Dirgantoro

Jakarta (ANTARA) - Kantar Indonesia dalam publikasi hasil survei terbarunya menyebutkan, produk makanan dan perawatan kesehatan paling banyak dibeli masyarakat selama pandemi COVID-19 tahun 2020.

Dalam publikasi bertajuk "Brand Footprint Indonesia 2021" di Jakarta, Jumat, survei ditujukan kepada lima sektor produk konsumen dengan perputaran cepat (fast moving consumer goods/FMCG), yakni makanan, minuman, produk susu, perawatan rumah dan perawatan tubuh.

Survei "Brand Footprint Indonesia 2021" menjangkau 97 persen dari total rumah tangga yang merepresentasikan 68 juta rumah tangga di Indonesia termasuk di kota-kota besar seperti Jakarta.

General Manager Kantar Indonesia, Worldpanel Division, Venu Madhav mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dampak dari pandemi COVID-19.

"Banyak industri FMCG yang harus melewati berbagai tantangan dengan cara menerapkan strategi yang berfokus pada kebutuhan konsumen yang dinamis dan juga terus berkembang," ujarnya.

Hasil dari "Brand Footprint Indonesia 2021", yakni lima kategori produk FMCG  yang paling banyak dipilih konsumen, yakni mi cepat saji (instan), biskuit, kopi instan, deterjen dan penyedap rasa.

Hal ini terlihat dari persentase jumlah konsumen yang membeli kategori-kategori tersebut setidaknya mencapai 95 persen atau dalam kata lain, 95 dari 100 rumah tangga di Indonesia pernah membeli produk dari kategori tersebut.

Baca juga: Aneka bahan makanan dari 46 negara dipamerkan di Jakarta
Baca juga: Survei sebut persaingan produk konsumen di Indonesia kian ketat


Lantas, sektor makanan mendominasi 10 peringkat teratas dan juga mendominasi peringkat 10 besar merek-merek yang bertumbuh pesat pada tahun 2020. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan pandemi yang membuat konsumen lebih banyak beraktivitas di rumah, termasuk memasak dan makan di rumah.

Salah satu merek mi masih menjadi pilihan nomor satu bagi konsumen di Indonesia bahkan merek ini juga menempati peringkat tujuh di "Global Brand Footprint 2021".

Terkait dengan hadirnya pandemi di tahun 2020, preferensi masyarakat terhadap produk-produk rumah tangga dan perawatan tubuh yang menawarkan perlindungan dari sisi kesehatan dan kebersihan juga menunjukkan tren yang positif.

Commercial Director Kantar Indonesia, Worldpanel Division, Adisti Bramanti
menjelaskan, lebih jauh bahwa peringkat FMCG dihitung berdasarkan angka "consumer reach point" (CRP) yang dilihat dari penetrasi dan produk yang dipilih konsumen.

Untuk meningkatkan CRP dalam keadaan yang fluktuatif di masa pandemi tentunya dibutuhkan strategi yang adaptif terhadap konsumen, baik dari segi preferensi kegunaan dan manfaat produk, ketersediaan produk di tempat perbelanjaan, kesesuaian harga dan ukuran kemasan.

Selain itu, ekspansi produk ke kategori lainnya, dan faktor lainnya yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli merek tertentu, kata Adisti.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bangkit dari pandemi dengan parsel produk UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar