Saham China berakhir turun setelah kebijakan "hawkish" The Fed

Saham China berakhir turun setelah kebijakan "hawkish" The Fed

Ilustrasi: Sejumah investor melihat layar komputer di depan papan elektronik yang menunjukkan pergerakan saham di rumah pialang, Shanghai, China. ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.

Shanghai (ANTARA) - Saham China berakhir lebih rendah pada hari Senin, karena penurunan saham-saham keuangan dan konsumen diimbangi kenaikan di saham perusahaan energi baru, setelah bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), secara mengejutkan bergeser ke kebijakan hawkish (rejim suku bunga tinggi) pada pekan lalu, yang mendorong investor untuk menahan diri dari penempatan taruhan besar.

Indeks saham unggulan CSI300 turun 0,2 persen pada 5.090,39, sedangkan Indeks Komposit Shanghai berakhir datar di 3.529,18.

Indeks keuangan CSI300 dan indeks barang konsumen non-primer CSI300 masing-masing turun 0,9 persen dan 1,5 persen, sedangkan indeks energi baru CSI naik 1,7 persen.

Kinerja indeks yang bervariasi pada sesi ini terjadi setelah kedua indeks mencatat penurunan tiga minggu berturut-turut, menyusul kebijakan The Fed yang mengejutkan.

Baca juga: Saham China ditutup "rebound" dari kerugian 3 hari beruntun

Presiden Federal Reserve St Louis AS James Bullard mengatakan pada hari Jumat bahwa pergeseran bank sentral AS menuju pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat adalah respons "alami" terhadap pertumbuhan ekonomi dan khususnya inflasi yang bergerak lebih cepat dari yang diharapkan ketika negara dibuka kembali dari pengetatan selama pandemi COVID -19.

Analis mengatakan Fed yang hawkish dapat menyebabkan dolar yang lebih kuat dan yuan yang lebih lemah, memberikan tekanan pada pasar saham-A dengan mendorong arus keluar asing.

Pasar saham-A akan berada di bawah tekanan dengan latar belakang dolar yang kuat, kata Yan Kaiwen, analis China Fortune Securities.

Baca juga: Saham China dibuka rugi lagi, Indeks Shanghai turun 0,28 persen

Sementara itu, dolar bertahan di dekat puncak multi-bulan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin.

China mempertahankan suku bunga pinjaman acuan untuk pinjaman korporasi dan rumah tangga tidak berubah selama 14 bulan berturut-turut pada penetapan Juni, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Financial News, yang didukung oleh Peoples Bank of China (PBOC), pada hari Minggu menyarankan agar tidak berspekulasi tentang pengetatan likuiditas dan arah kebijakan, dengan mengatakan tindakan tersebut dapat menyesatkan dan mengacaukan pasar.

Saham peternak babi China melanjutkan penurunan, karena harga babi berjangka jatuh ke posisi terendah baru.

Di seluruh wilayah, indeks saham MSCI Asia kecuali Jepang melemah 1,29 persen, sementara Indeks Nikkei Jepang ditutup turun 3,29 persen.

Baca juga: Saham Eropa merosot, tertekan nada "hawkish" Federal Reserve

Baca juga: Indeks FTSE 100 London dibuka turun ke level terendah satu bulan


Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar