Padang (ANTARA News) - Pemerintah Australia telah menyalurkan bantuan kepada pemerintah Sumatera Barat (Sumbar) sebesar 25 juta dolar Australia untuk pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan daerah ini pascagempa 7,9 SR di Sumbar pada 30 September 2009.

Australia dengan cepat dan effektif membantu Indonesia selepas gempa Sumbar dan pada masa tanggap darurat bencana itu, Australia telah memberikan komitmen bantuan sebesar 15 juta dolar Australia, kata Kuasa Usaha Pemerintah Australia untuk Indonesia, Paul Robilliard saat mengunjungi Kota Padang, Selasa.

Paul berada di Padang bersama Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Scot Marciel, untuk melihat langsung pelaksanaan dukungan bantuan yang telah diberikan pemerintah Australia kepada Sumbar.

Dalam kunjungan itu Paul Robilliard mendatangi salah satu dari 39 sekolah yang rusak dan dibantu pembangunan kembali oleh Australia dan Amerika Serikat.

Paul dan Scot juga menandatangani plakat di SD Kampung Olo yang menandai komitmen kedua negara membantu anak-anak Indonesia di daerah bencana gempa Sumbar untuk kembali menikmati pendidikan formal.

Ia menyebutkan, pasca tanggap darurat Australia menyalurkan bantuan sebesar 10 juta dolar Australia untuk membantu proses pemulihan Sumbar pascagempa.

Bantuan itu diberikan untuk membangun kembali sejumlah fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak akibat gempa.

Fasilitas yang dibangun kembali dengan bantuan Australia antara lain 39 gedung sekolah yang rusak. Bantuan tersebut juga untuk mendukung iklan layanan masyarakat untuk membangun rumah aman gempa dan mengajarkan kepada masyarakat Sumbar tentang apa yang harus dilakukan saat gempa, kata Paul.

Terkait bantuan membangun kembali 39 gedung sekolah, menurut dia, ditujukan agar bisa sebanyak 6.500 siswa kembali bersekolah pada bangunan yang dibangun dengan standard tahan gempa Indonesia.

Pelaksanaan pembangunan dengan bantuan Australia ini melibatkan masyarakat serta menggunakan bahan dan tenaga kerja lokal serta didampingi insinyur berkualifikasi, tambahnya. (H014/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010