Partai Gelora: Sumpah Palapa jadi semangat akhiri pembelahan politik

Partai Gelora: Sumpah Palapa jadi semangat akhiri pembelahan politik

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta. ANTARA/Partai Gelora.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai Sumpah Palapa yang digaungkan Mahapati Kerajaan Majapahit Gajah Mada bisa menjadi semangat untuk mengakhiri pembelahan sosial dan politik yang terjadi di masyarakat selama ini.

"Residu pembelahan hingga kini tidak kunjung usai, bahkan mulai menunjukkan peningkatan ekskalasinya jelang Pemilu 2024," kata Anis Matta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakan Anis dalam diskusi bertajuk "Pembelahan Politik di Jagat Media Sosial: Residu Pemilu yang Tak Kunjung Usai" di Jakarta, Selasa (22/6).

Dia mengatakan, ada dua sumpah yang menginspirasi Partai Gelora yaitu, Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda.

Menurut dia, kedua sumpah tersebut menjadi ilham bagi para pendiri bangsa yang saat itu ingin merumuskan identitas baru, bernama Indonesia.

"Sumpah Palapa Gajah Mada tidak hanya menginspirasi Partai Gelora, tapi juga memberi ilham bagi Mohammad Yamin, tokoh pemuda untuk mempelopori Sumpah Pemuda. Karena itu Mohammad Yamin 'otak' dibalik Sumpah Pemuda menulis panjang tentang Gajah Mada yang bisa mengkonsolidasikan seluruh potensi dan bisa fokus menyelesaikan krisis sistemik yang terjadi saat itu," ujarnya.

Karena itu menurut dia, Sumpah Palapa Gajah Mada juga bisa menjadi tekad untuk melahirkan sumpah ketiga yaitu Sumpah Tekad Indonesia untuk keluar dan bangkit dari krisis sehingga mampu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan lima besar dunia.

Dalam diskusi tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menilai apabila pembelahan sosial dan politik di masyarakat segera tidak diakhiri, maka bisa menyebabkan terjadinya negara gagal atau "fail state" dan berujung bubarnya negara.

"Pembelahan sosial dan politik yang terbiarkan, residunya akan semakin mengental dan dapat menyebabkan fail state, negara gagal," ujarnya.

Menurut dia, di beberapa negara pembelahan menjadi pemicu negara bubar, sehingga harus ada solusi segera untuk mengkahiri persoalan tersebut.

Baca juga: Analis politik mengingatkan era Orde Baru soal masa jabatan presiden
Baca juga: Politikus: Komunitas JokPro tak goyahkan kenegarawanan Jokowi-Prabowo
Baca juga: Pengamat: Kader dorong Puan Maharani maju kontestasi Pilpres 2024


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPU sederhanakan surat suara pemilu serentak 2024

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar