Pantai Gading adalah salah satu tim benua hitam yang diramalkan mampu banyak berbicara di Piala Dunia 2010.

Negeri ini memiliki sederet pemain kelas dunia yang merumput di Eropa, diantaranya duet penyerang Chelsea, Didier Drogba dan Salomon Kalou, yang adalah para penyerang yang menakutkan.

Drogba selalu ada saat timnya membutuhkan kemenangan. Gol Drogba di menit ke-70 manakala Pantai Gading menang 3-2 atas Burkina Faso mengamankan peluang timnya ke Piala Dunia. Gol tunggalnya saat melawan Malawi menghindarkan timnya dari kekalahan, sekaligus menambah nilai Pantai Gading.

Di lini tengah ada Didier Zokora, Yaya Toure, dan gelandang Marseille Bakary Kone yang ketiganya siap menggigit siapapun di lini tengah.

Sementara trio Emmanuel Eboue, Kolo Toure dan Arthur Boka membuat Pantai Gading menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Afrika.

Setelah hasil buruk yang mereka peroleh di Piala Dunia Jerman dengan langsung tersingkir di babak pertama, Didier Drogba dan kawan-kawan harus bisa membuktikan diri kualitas timnya.

Pada waktu di Jerman itu, mereka berada di grup neraka, bersama Argentina, Belanda dan Serbia-Montenegro. Mereka menelan kekalahan dari raksasa Argentina dan Belanda, sebelum mampu mengatasi Serbia-Montenegro.

Pengalaman yang lebih banyak dan sedikit keberuntungan dalam undian, akan membawa tim yang kini diasuh Sven Goran Eriksson ini ke tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.

Drogba sang kapten tim, merasa timnya sudah bermain bagus di Jerman. Mereka hanya kurang beruntung karena berada di grup yang dihuni dua raksasa sepakbola. Kini, dia optimistis timnya akan lebih baik di Piala Dunia 2010.

"Saya kira dengan pengalaman seperti ini, ada kemungkinan untuk melakukan yang lebih baik di Afrika Selatan 2010. Mungkin kami akan mencapai perempatfinal dan kemudian semifinal, ini sesuatu yang bisa kami peroleh," kata pencetak gol terbanyak Pantai gading itu.

Mereka tidak terkalahkan selama perjalanannya menuju Afrika Selatan di babak kualifikasi. Mereka mampu mengatasi Burkina Faso, Malawi dan Guinea.

Sebelum dilatih Eriksson, Pantai Gading dilatih Vahid Halihodzic. Eriksson sendiri baru ditunjuk mendampingi Drogba dan kawan-kawan pada 28 Maret 2010.

Sederet pelatih tenar seperti Guus Hiddink dan Bernd Schuster sempat diisukan akan menggantikan Halihodzic yang mulai melatih Pantai Gading pada 2008.

Pelatih asal Bosnia itu dipecat karena hasil mengecewakan yang diperoleh Pantai Gading di Piala Afrika 2010 di mana anak asuhnya hanya mampu mencapai perempatfinal.

Eriksson mengaku sudah tidak sabar lagi untuk mendampingi Pantai Gading di Piala Dunia. "Itu Piala Dunia dengan satu tim bagus, banyak pemain yang bagus pula, saya sudah tidak sabar," kata Eriksson kepada TalkSport seperti dikutip guardian.co.uk.

Meski hanya mampu mencapai perempatfinal, Pantai Gading memiliki beberapa catatan bagus seperti menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah gagal mencetak gol dalam pertandingan Piala Dunia.

Mereka juga selalu mencetak gol di menit awal pada Piala Dunia 2006. Keenam gol yang mereka cetak di momen itu lahir sebelum menit 40.

Pantai gading juga menjadi satu-satunya timnas di Piala Dunia 2006 yang seluruh pasukannya bermain di luar negeri. (*)

(neny/A038/AR09)

Editor: Imansyah
Copyright © ANTARA 2010