Curitiba, Brazil (ANTARA News) - Gelandang Brazil Gilberto Silva dan Kleberson yang tampil bersama Selecao ketika menjuarai Piala Dunia 2002, mendukung rencana pelatih Dunga untuk mengisolasi pemainnya dari media dan para fans.

Dua gelandang itu berbicara kepada para wartawan, Minggu (22/5), menjelaskan perbedaan metode yang digunakan Dunga dan Luiz Felipe Scolari, yang menjuarai Piala Dunia 2002.

Ketika ditangani Scoari para pemain memang diberi kebebasan untuk berbicara dengan wartawan di hotel tempat mereka menginap, tetapi di bawah Dunga kontak dengan media akan dibatasi.

"Mereka adalah pelatih yang berbeda, punya filosofi yang berbeda, Felipao dan Dunga tetapi keduanya adalah 'gauchos' (berasal dari selatan negara bagian Rio Grande do Sul)," terang Kleberson seperti yang dikutip Reuters.

Kebijakan isolasi Dunga adalah reaksi terhadap kebebasan yang diterapkan Carlos Alberto Parreira di Piala Dunia 2006, saat Brazil harus hengkang di perempat final.

Fans pun dibatasi di tengah sesi latihan dan Dunga hanya mengirim dua pemain setiap hari untuk berbicara dengan reporter.

"Saya tidak melihat adanya batasan, jika para wartawan sekarang mengikuti tim nasional lain di luar sana mereka akan lebih sulit menemukan berita," kata Da Silva.

Kleberson dan Gilberto adalah dua dari tujuh gelandang dalam skuad racikan Dunga yang sebelumnya dikritik karena dinilai kekurangan pemain kreatif.

"Kami telah terbiasa dengan kritik yang terkait dengan gelandang. Yang utama ketika berusaha meraih tujuan adalah tidak penting siapa yang bermain," ujar Gilberto.

"Brazil punya pemain-pemain hebat, kami tahu hanya 23 pemain yang bisa dipanggil. Saya bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan pelatih agar bisa ada di sini," ungkap Kleberson ketika ditanyai tentang absennya Ronaldinho dan gelandang Santos, Ganso.

Sejak Jumat (21/5) skuad Brazil telah berlatih di Curitiba dan memulai latihan fisik sejak Minggu setelah menjalani tes kesehatan selama dua hari pertama.

Tim nasional Brazil akan berangkat ke Afrika Selatan, Rabu (26/5) dan akan dilepas oleh Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva.

Brazil akan bermarkas di Johannesburg dan menghadapi Korea Utara, Pantai Gading, dan Portugal di Grup G.
(Ber/A024)  

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010