Seoul (ANTARA News/AFP) - Korea Selatan tidak akan memberikan liputan TV Piala Dunia kepada Korea Utara, karena ketegangan atas penenggelaman salah satu kapal perang Seoul terus membara, demikian penegasan sebuah stasiun televisi, Kamis.

Negara komunis itu, yang lolos untuk pertama kalinya dalam 44 tahun ke putaran final Piala Dunia, menginginkan Korea Selatan memberikan liputannya secara gratis seperti yang dilakukan pada turnamen 2006 di Jerman.

Empat tahun lalu, pemerintah di Seoul yang pada waktu itu menganut garis liberal dengan menjalankan politik "sinar matahari" dengan Pyongyang, memberikan subsidi sebesar 150 juta won (132.600 dolar AS) untuk siaran tersebut.

Pemerintah konservatif sekarang ini tidak meneruskan politik sebelumnya di tengah-tengah hubungan yang memburuk.

SBS TV, yang membeli hak siar eksklusif bagi seluruh semenanjung Korea dari FIFA, menuntut bayaran dari Korea Utara, kata juru bicara stasiun tersebut.

"Perundingan-perundingan hanya mencapai sedikit kemajuan, khususnya setelah penenggelaman itu. Kini kami tidak dapat menyelesaikan perundingan tepat waktu untuk Piala Dunia itu," katanya kepada AFP.

Korea Selatan bulan lalu berkesimpulan bahwa sebuah kapal selam Korea Utara melepaskan tembakan terpedo berat yang menenggelamkan kapal perang berbobot 1.200 ton dan menewaskan 46 orang. Insiden tersebut merupakan insiden paling maut sejak Perang Korea 1950-53.

Seoul meminta Dewan Keamanan PBB untuk memeriksa Korea Utara.

Pyongyang menuduh Washington dan Seoul mengajukan bukti palsu atas keterlibatannya sebagai bukti agresi. Dikatakannya, tindakan balasan yang telah diumumkan Korea Selatan akan dapat mencetuskan perang.(*)
(S005/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010