Arkeolog temukan keping uang kuno di Benteng Kota Mas

Arkeolog temukan keping uang kuno di Benteng Kota Mas

Arkeolog melakukan penggalian (eskavasi) dalam penelitian Benteng Kota Mas di Kabupaten Gorontalo Utara. (ANTARA/Debby mano)

Temuan ini sangat penting
Gorontalo (ANTARA) - Peneliti Balai Arkeologi Sulawesi Utara menemukan tiga keping mata uang kuno, saat melakukan ekskavasi atau penggalian di Benteng Kota Mas yang terletak di Desa Cisadane Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara.

Ketua tim peneliti Balai Arkeologi Sulawesi Utara Irna Saptaningrum, Rabu, mengatakan dua keping uang yang ditemukan dikeluarkan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, serta satu keping yang dikeluarkan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

"Temuan ini sangat penting untuk mengetahui keberadaan Benteng Kota Mas di masa lalu," katanya.

Menurut dia keping uang yang dikeluarkan VOC menunjukkan jika benteng tersebut, sudah ditempati sejak kedatangan bangsa barat di Kwandang.

Baca juga: Mahasiswa arsitektur UNG ikuti penggalian reruntuhan Benteng Kota Mas

Baca juga: Arkeolog temukan struktur sumur tua di Benteng Kota Mas


Penemuan keping uang kuno oleh tim peneliti juga telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

Benteng Kota Mas merupakan benteng tua yang dibangun di pesisir utara Gorontalo.

Selain keping uang kuno, arkeolog juga berhasil menggali dua sumur tua yang letaknya tak jauh dari bangunan bastion yang tersisa.

Sejumlah potongan keramik dan gerabah dalam berbagai bentuk dan warna, juga menjadi temuan penting dalam penelitian tersebut.

Selain berfungsi sebagai alat pertahanan militer, benteng itu juga menjadi kawasan permukiman yang dihuni oleh penguasa dan masyarakat lokal.

Irna Saptaningrum dan tim peneliti Balai Arkeologi Sulawesi Utara telah tiga kali melakukan penelitian di Benteng Kota Mas.

Baca juga: Arkeolog temukan jejak kehidupan manusia prasejarah di Tambrauw

Baca juga: Arkeolog teliti sebaran gambar cadas manusia di MBD
 

Pewarta: Debby H. Mano
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar