Piala Eropa 2020

Suasana pesta melanda berbagai penjuru London sambut final Euro 2020

Suasana pesta melanda berbagai penjuru London sambut final Euro 2020

Seorang suporter menyalakan suar menyambut kedatangan bus tim nasional Inggris yang akan menjalani partai final Euro 2020 melawan Italia di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (11/7/2021). (ANTARA/REUTERS/Peter Cziborra)

Jakarta (ANTARA) - Suasana pesta melanda berbagai penjuru kota London sepanjang hari Minggu waktu setempat menyambut partai final Euro 2020 yang mempertemukan tuan rumah melawan Italia di Stadion Wembley.

Dilaporkan Reuters, pada jam makan siang trotoar di sekitar Wembley sudah lengket karena bir dan menyerupai karpet sebuah bar di saat yel-yel nyanyian para suporter berkumandang dan dipantau oleh petugas polisi.

Sejumlah orang berkemah dan ribuan orang mengantre untuk masuk ke taman pub sebelum jam makan siang, sementara yang lainnya ada juga yang memadati alun-alun kota.

Sekira empat jam sebelum sepak mula yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 waktu setempat (02.00 WIB), Jalan Wembley dipadati pendukung yang mulai keluar dari stasiun bawah tanah menuju stadion.

Kaleng dan botol bir terbang di udara sementara asap pekat dari suar membumbung di atas kerumunan dan suporter, yang mengenakan berbagai atribut Inggris dari berbagai era, bernyanyi dan melantunkan yel-yel.

Baca juga: Fans Inggris bisa intimidasi Italia, dilarang hina lagu kebangsaan
Baca juga: Preview Final Euro 2020: Inggris vs Italia


Tiga jam sebelum sepak mula, polisi mulai mengimbau para pendukung yang tidak punya tiket agar tidak mendekati Wembley sembari mengeluhkan beberapa kasus pembakaran suar di sekitar stasiun kereta api London.

Adegan meriah dari dalam Wembley menjalar ke berbagai penjuru Inggris.

Gus McKay, seorang suporter Inggris berusia 53 tahun asal Bradford-on-Avon, turut bergabung ke Alun-Alun Leicester di London pusat.

"Saya pikir ini luar biasa. Saya sudah menunggu momen ini sepanjang hayat," katanya.

Sentimen serupa disuarakan oleh Dave Woodall dari York yang mengatakan: "Saya masih berusia satu tahun ketika kami menjuarai Piala Dunia dan ini mimpi yang saya pikir tidak pernah akan kesampaian."

"Jadi, saya seperti bocah menyambut Natal. Ini perasaan terbaik yang pernah saya alami. Saya harus bergabung dan tidak bisa melewatkannya," tutur Woodall.

Ini merupakan penampilan pertama Inggris di partai puncak Euro sekaligus final pertama mereka di turnamen internasional semenjak menjuarai Piala Dunia 1966.

Baca juga: Jika Inggris menang, Jack Grealish kunjungi Las Vegas 10 hari
Baca juga: Tiga duel sengit dalam final Euro 2020
Baca juga: Ratu Elizabeth doakan timnas Inggris berhasil


 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cegah COVID-19, nobar Piala Eropa dilarang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar