Seorang Nakes PMI Surakarta meninggal karena COVID-19

Seorang Nakes PMI Surakarta meninggal karena COVID-19

Foto seorang Nakes Risma Dwi Annisa yang bekerja di unit donor PMI Kota Surakarta semasa hidupnya. ANTARA/HO-Humas PMi Kota Surakarta/pri.

Solo (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta, Jawa Tengah sedang berduka, karena seorang tenaga kesehatan (nakes) yang melayani unit donor darah bersama bayi yang masih di dalam kandungannya, Senin, meninggal dunia karena terkonfirmasi positif COVID-19.

Kepala Unit Donor Darah PMI Surkarta dokter Kunti Dewi Saraswati saat dikonfirmasi membenarkan, seorang nakes yang gugur karena COVID-19 tersebut, yakni Risma Dwi Annisa (25) merupakan salah satu petugas terbaik di unit layanan donor darah di PMI Kota Surakarta.

Risma Dwi Annis merupakan nakes terbaik di PMI Surakarta meninggal dunia saat laju angka kasus COVID-19 di Solo mengalami peningkatan.

Risma semasa hidupnya merupakan sosok nakes yang berdedikasi tinggi, bersemangat dalam bekerja dan sangat disiplin menjalankan protokol kesehatan selama bertugas.

PMI Surakarta soal protokol kesehatan secara disiplin diterapkan pada semua layanan, termasuk juga pada unit layanan donor darah di dalam gedung ini.

Baca juga: Bayi baru lahir meninggal akibat COVID-19

Baca juga: Dinkes Surakarta: 62 orang dikarantinakan mandiri setelah satu tewas


Menurut dia, dengan kejadian tersebut tentu akan semakin membuat PMI Surakarta untuk lebih disiplin dan membatasi jumlah pengunjung. Layanan donor darah dan permintaan darah tetap dilayani selama 24 jam, untuk plasma konvalesen dibatasi waktunya hingga pukul 21.00 WIB.

Chief Executive Officer (CEO) PMI Surakarta Sumartono Hadinoto mengatakan sudah dua orang anggota nakes PMI Surakarta yang meninggal karena COVID-19. Nakes Risma gugur berjuang melawan COVID-19 bersama bayi dikandungannya masih usia 7 bulan.

Pihaknya mewakili segenap keluarga besar PMI Surakarta sangat berduka cita sedalam-dalamnya, dimana salah satu nakes yang gugur tersebut merupakan nakes terbaik dan berdedikasi.

Ia menjelaskan jumlah Nakes PMI Surakarta yang sedang menjalani isolasi mandiri ada sebanyak 20 orang. Setelah kejadian itu, PMI Surakarta akan lebih rutin melaksanakan tes usap antigen untuk mengantisipasi lebih dini.

Pihaknya melakukan penghormatan terakhir kepada jenazah Risma. Jenazah Risma pemakaman dilaksanakan dengan protokol COVID-19 di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, sekitar pukul 11.00 WIB. 

Baca juga: Pemkot Surakarta siap vaksinasi 5.000 orang per hari

Baca juga: UNS tutup kampus sepekan setelah tiga dosen meninggal akibat COVID-19

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Satgassus tegaskan tidak ada PMI meninggal saat karantina di Batam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar