Moeldoko: Vaksin Gotong-Royong mandiri akomodasi keinginan rakyat

Moeldoko: Vaksin Gotong-Royong mandiri akomodasi keinginan rakyat

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta. ANTARA/HO-KSP/am.

Diadakan untuk memberikan pilihan bagi masyaraka
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan pelaksanaan vaksin berbayar mandiri atau Vaksinasi Gotong Royong (VGR) mandiri merupakan inisiatif dan partisipasi komponen bangsa.

Dia menegaskan keberadaan VGR mandiri tidak menghapus program vaksin rakyat gratis yang dijalankan pemerintah.

“Tidak akan menggantikan atau menghapus program vaksin rakyat yang diberikan pemerintah secara gratis,” kata Moeldoko dalam siaran pers yang diterima, di Jakarta, Selasa.

Moeldoko memastikan pemerintah tetap dengan komitmennya memberikan vaksin COVID-19 gratis untuk rakyat demi melindungi mereka dan menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity.

Dia menekankan pemerintah bahkan mempercepat target pemberian vaksin menjadi 1 juta per hari di bulan Juli dan akan ditingkatkan lagi pada Agustus mendatang.

"Jangkauan vaksinasi juga terus diperluas," ujarnya.

Karenanya, kata dia, pemerintah meminta dukungan semua pihak untuk terlibat dalam program vaksinasi ini, agar bangsa Indonesia segera keluar dari pandemi COVID-19.

Dia menjelaskan, salah satu yang ingin terlibat adalah pengusaha dan korporasi melalui program VGR mandiri.

"Mereka berinisiatif dan ingin berpartisipasi membantu pemerintah dalam mempercepat target vaksinasi yang dicanangkan. Jadi ini bentuk inisiatif dan partisipasi ingin membantu pemerintah mempercepat target vaksinasi masyarakat,” kata Moeldoko lagi.

Menurut Moeldoko, Pemerintahan yang baik, adalah pemerintahan yang tetap menjalankan kewajibannya dalam melindungi rakyatnya secara maksimal, sekaligus memberikan ruang-ruang alternatif pilihan kepada warganya untuk berbuat yang terbaik.

Menurutnya, segala inisiatif dan solidaritas yang muncul dari individu, kelompok masyarakat dan seluruh elemen hingga korporasi yang ingin membantu mempercepat penyelesaian COVID-19, termasuk mempercepat vaksinasi perlu disambut baik dan dibantu.

Baca juga: Pengusaha nilai harga vaksin gotong royong ideal

Baca juga: Bio Farma dapatkan komitmen 35 juta vaksin gotong royong


Jadi, kata Moeldoko, vaksinasi gratis oleh pemerintah masih akan terus dilakukan dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan jumlah ketersediaan vaksin gratis.

"Karena pada dasarnya Vaksin Gotong-Royong ini diadakan untuk memberikan pilihan bagi masyarakat dalam mendapatkan vaksin secara mandiri di samping vaksinasi program pemerintah yang digelar gratis. Tidak ada unsur paksaan, yang mampu silahkan dan bisa mengurangi beban anggaran negara," kata Moeldoko.

Berdasarkan rencana awal, vaksin berbayar ini juga akan tersedia di bandara untuk melayani para pemegang paspor asing di Indonesia. Adapun target sasaran penerima vaksin adalah untuk Individu, dimana semua penerimanya harus dinaungi badan usaha atau lembaga tempat ia bekerja.

“Inisiatif seperti ini perlu di tengah lonjakan angka COVID-19,” kata Moeldoko.

Sebelumnya, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi menyebutkan badan hukum atau usaha dapat melaksanakan vaksinasi Gotong-Royong untuk individu. Kemudian, aturan ini diubah menjadi Permenkes Nomor 19 Tahun 2021 di mana pasal 5 ayat 5 menyebutkan bahwa pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada individu atau perorangan pendanaannya dibebankan kepada yang bersangkutan.

Baca juga: Anggota DPR dukung vaksin gotong royong untuk individu

Baca juga: Bio Farma upayakan pasokan Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Moeldoko putuskan akan laporkan ICW ke polisi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar