Menkes minta 11 daerah di luar Jawa bersiap hadapi lonjakan Delta

Menkes minta 11 daerah di luar Jawa bersiap hadapi lonjakan Delta

Petugas BPBD Padangpanjang berjalan melakukan penyemprotan disinfektan di asrama SMAN 1 Sumatera Barat, di Kota Padangpanjang, Sabtu (3/4/2021). Penyemprotan disinfektan dilakukan BPBD Padangpanjang, terkait 58 siswa-siswi di sekolah itu yang dinyatakan positif COVID-19 dan kini dikarantina di asrama tersebut, sebanyak 6 siswa sudah dinyatakan sembuh, sementara sekolah tatap muka ditutup dan dilanjutkan dengan daring. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.

Kita sudah memberikan indikasi terjadi peningkatan penularan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi meminta 11 daerah di luar Pulau Jawa untuk mempersiapkan sarana dan prasarana kesehatan menyusul indikasi peningkatan penularan varian COVID-19 jenis Delta.

"Kita mengamati bahwa beberapa daerah di luar Jawa, kita sudah memberikan indikasi terjadi peningkatan penularan dan beberapa sudah kita konfirmasi ada varian Delta," katanya saat hadir secara virtual dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI yang dipantau dari Jakarta, Selasa.

Budi mengatakan lokasi tersebut di antaranya ada lima daerah di Sumatera, dua daerah di Kalimantan, dua daerah di Sulawesi, satu daerah di Papua dan satu di Nusa Tenggara.

Menurut Budi, sebanyak 11 daerah tersebut belum memiliki kemampuan sarana dan prasarana kesehatan yang maksimal baik seperti di DKI Jakarta maupun Pulau Jawa.

"Kita sudah sampaikan, harus kita amati dengan ketat karena kalau terjadi apa-apa di sana, kapasitas kesehatan mereka pasti jauh di bawah DKI Jakarta atau di bawah Jawa," katanya.

Baca juga: Kemenkes: Varian Delta cenderung infeksi pasien usia 18 ke bawah

Baca juga: Pemerintah telusuri asal mula kemunculan varian Delta di Indonesia


Kemenkes bersama sejumlah lembaga pemerintah terkait sudah melakukan beberapa kali pembahasan untuk memastikan agar daerah di luar Pulau Jawa itu segara mempersiapkan rumah sakit, obat-obatan, oksigen dan sumber daya manusia (SDM).

"Tapi sekali lagi, kalau sudah sampai di rumah sakit, itu sudah di hilir dan itu sudah akibatnya. Kita harus benar-benar mendidik, mengajak semua rakyat agar di hulunya kita perketat," katanya.

Upaya memperketat mobilitas penduduk di daerah tersebut, kata Budi, diawasi pemerintah pusat melalui Google Mobility, Facebook Mobility, ataupun data dari satelit.

"Kita mengharapkan turun 20 persen kegiatannya. Sekarang masih berkisar antara 6 persen sampai 16 persen. Kalau ini tidak cepat-cepat kita turunkan rumah sakitnya akan berat tekanannya," katanya.

Baca juga: Menkes sebut tujuh provinsi rawan serangan varian Delta

Baca juga: Kemenkes: Varian Delta enam kali lebih cepat menular dari Alfa

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wiku: Penurunan kasus aktif tetap alami lonjakan 2 kali dibanding Mei

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar