Jakarta (ANTARA News) - AT & T Inc, layanan mobile nomor dua di AS, berencana menjual tiga ponsel pintar Motorola Inc berbasis perangkat lunak Google Android Inc, yang berpotensi mengurangi ketergantungan para pembuat ponsel dengan Verizon Wireless, sebuah operator yang memiliki pelanggan terbanyak di AS.

Perangkat terbaru tersebut diumumkan pada Selasa dan ditujukan untuk khalayak ramai, lebih sadar-biaya pelanggan dibanding perangkat andalan Motorola Droid X yang dijual Verizon Wireless seharga 200 dolar.

Sebagai perbandingan AT & T berencana menjual Motorola Flipout seharga 79,99 dolar, dengan perjanjian kontrak selama dua tahun mulai bulan Oktober 17. Ponsel, memiliki full keyboard bertipe flip, dan sudah dijual di Amerika Latin serta Eropa, tapi AT & T akan menjadi operator di Amerika Serikat.

AT & T juga akan menjual Motorola Bravo, sebuah ponsel layar sentuh seharga 129,99 dolar pada musim belanja liburan yang biasanya dimulai pada akhir November, juga untuk pelanggan yang menandatangani kontrak jangka panjang.

Motorola Flipside memiliki keyboard slide-out, seharga 99,99 dolar untuk pelanggan AT & T dengan kontrak dua tahun pada musim liburan nanti.

AT & T, saat ini sebagai penyedia jaringan eksklusif AS untuk iPhone Apple Inc, telah berusaha memperluas platform ponsel pintar ditengah spekulasi kehilangan eksklusivitas iPhone tahun depan dengan pesaing besarnya Verizon Wireless, sebuah perusahaan dari Verizon Communications dan Vodafone Group Plc.

Dan sementara penjualan ponsel Droid X Motorola meningkat karena promosi gencar dari operator, beberapa investor khawatir bahwa Motorola terlalu bergantung pada Verizon Wireless untuk penjualan, terutama jika iPhone Apple memperluas distribusi ke Verizon.

Motorola mengatakan bahwa bisnis ponselnya akan menghasilkan keuntungan pada kuartal keempat tahun ini. Perusahaan berencana untuk membelah diri menjadi dua pada kuartal pertama, memisahkan divisi ponsel dan televisi dari Motorola.

Saham Motorola naik 1,2 persen menjadi 8,56 dolar dalam perdagangan sore pada Selasa di New York Stock Exchange, demikian Reuters.

Penerjemah: Adam Rizallulhaq
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010