Liwa, Lampung Barat (ANTARA News) - Bencana angin puting beliung yang terjadi di Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat, menghambat arus transportasi jalur lintas barat (Jalinbar).

"Bencana alam ini membuat kendaraan yang berasal dari Provinsi Bengkulu dan Kota Agung macet, karena sebagian besar material yang terkena dampak bencana tersebut belum dibersihkan," kata pengendara dari Provinsi Bengkulu, Sutan Komarudin (43) di Krui, Kamis dini hari

Dia menjelaskan, bencana alam yang terjadi itu berada dekat di jalur lintas barat, dan menimbulkan kemacetan.

Angin puting beliung merusak fasilitas pasar dan lapak pedagang dekat di jalur lintas barat, berserakan di tengah jalan, upaya pembersihan terhambat akibat cuaca buruk masih terjadi di daerah pesisir.

"Walaupun harus mengantri tapi kami menyadari kejadian ini memang musibah, meskipun begitu kami tetap berupaya membantu semampu kami untuk menyingkirkan runtuhan material akibat angin puting beliung tersebut," katanya.

Sementara beberapa petugas keamanan terus melakukan pemantauan di lokasi bencana, karena dikhawatirkan rumah warga yang menjadi koran angin puting beliung tersebut dijarah.

Bencana angin puting beliung menerjang puluhan rumah warga kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat sekitar pukul 16.25 WIB petang tadi.

Data sementara menyebutkan sekitar 36 bangunan tempat tinggal, rumah ibadah, dan perkantoran rusak berat akibat terjangan angin puting beliung.

Saat ini sebagian besar masyarakat yang menjadi korban bencana alam tersebut, masih mengungsi di masjid atau di rumah masyarakat lain, sementara hujan yang disertai angin kencang membuat masyarakat berinisiatif mencari perlindungan karena takut bencana susulan terjadi kembali.

Sementara itu Camat Pesisir Tengah Lampung Barat, Edi Muhtar mengingatkan, bencana alam itu membuat masyarakat trauma.

"Sebagian besar masyarakat enggan kembali ke rumahmya karena takut bencana serupa terjadi, bahkan sebagian dari mereka mengungsi ke rumah sanak saudara yang memang dianggap aman. Selain itu sebagian besar masyarakat yang rumahnya rusak akibat anging puting beliung masih bertahan di dalam masjid," kata dia.

Dia mengatakan, bencana ini akan menghambat aktifitas masyarakat, karena sebagian besar fasilitas rusak, dan salah satunya puskesmas terpaksa mengevakuasi pasien yang di rawat ke tempat yang paling aman.

"Bencana alam ini jelas akan menggangu semua aktifitas keseharian masyarakat, baik pasar, pemerintahan, dan fasilitas umum lainnya, terutama jalan negara yang berada dekat jantung daerah ini. Upaya evakuasi saat ini terhambat curah hujan yang tinggi, membuat petugas kesulitan membersihkan reruntuhan," katanya. (ANT-049/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010