Sandiaga: Percepatan vaksinasi pacu pemulihan sektor parekraf

Sandiaga: Percepatan vaksinasi pacu pemulihan sektor parekraf

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pekerja sektor pariwisata di Nusa Dua, Badung, Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong percepatan program vaksinasi dalam upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Sandiaga dalam siaran pers dikutip Sabtu, mengatakan hingga saat ini masyarakat di sektor parekraf yang sudah divaksin masih di bawah 5 persen, sedangkan target yang ingin dicapai adalah 90 hingga 95 persen dari 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor tersebut.

"Presiden mengarahkan kita untuk memiliki 'sense of crisis'. Oleh karena itu tiga juta target vaksinasi per hari harus dikolaborasikan bersama para stakeholder agar pandemi COVID-19 dapat terkendali, serta membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja di sektor parekraf," ujar Sandiaga.

Baca juga: Menparekraf: Desa wisata jadi lokomotif kebangkitan ekonomi nasional

"Untuk itu saat ini kami menjadikan kampus di enam PTN pariwisata dan tiga kantor badan otoritas sebagai sentra vaksinasi,” sambung dia.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat meninjau Sentra Vaksinasi di DOM Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

Sandiaga sendiri telah resmi membuka sentra vaksinasi di enam perguruan tinggi negeri pariwisata (PTNP) dan tiga badan otorita sebagai upaya mendukung program Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan target vaksinasi sebesar tiga juta orang per hari pada Oktober 2021 mendatang.

Keenam PTNP yakni STP Bandung, STP Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Palembang, Poltekpar Lombok, dan Poltekpar Makassar. Adapun tiga badan otorita yakni Badan Otorita Danau Toba, Badan Otorita Borobudur, dan Badan Otorita Labuan Bajo.

Sejak Februari 2021 Kemenparekraf/Baparekraf telah memfasilitasi vaksinasi kepada lebih dari 32.641 orang melalui fasilitasi sentra vaksin yang ditujukan bagi masyarakat umum maupun pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Upaya tersebut dilakukan Kemenparekraf/Barekraf bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah provinsi maupun kab/kota, Grab Indonesia, Traveloka, Homecare24, Alodokter, Loket, serta Tiket.com yang dilaksanakan di Bali, Jakarta, Yogyakarta, Batam, dan Bintan.

Di awal semester kedua hingga akhir tahun 2021 ini, Kemenprekraf/Baparekraf juga akan terus mendorong adanya sentra vaksin baru. Pada akhir Juli ini, Kemenparekraf juga memfasilitasi sentra vaksinasi bertempat di SESKOAU Lembang bekerja sama dengan Danone Indonesia dan Homecare24 serta di MNC Kebon Sirih dan MNC Kebon Jeruk, bekerja sama dengan PT. MNC, Doktora dan Traveloka.

“Sehingga di akhir bulan Agustus ini Kemenparekraf/Baparekraf bersama-sama dengan 6 PTN Pariwisata dan 3 Badan Otorita dapat melakukan vaksinasi kepada 38.276 pelaku parekraf dan masyarakat umum," kata Sandiaga.

Dia berharap program tersebut dapat dilaksanakan setiap bulan hingga akhir tahun 2021 sebagai upaya mendukung target vaksinasi pemerintah pusat demi tercapainya "herd immunity”.

Dalam kesempatan itu Sandiaga juga menjelaskan tentang percepatan proses bantuan pemerintah untuk usaha pariwisata sebagai upaya meningkatkan ketahanan 34 juta masyarakat sektor parekraf menghadapi pandemi COVID-19.

“Kita mencanangkan kuartal ketiga (tahun) ini, namun karena PPKM, kita akan percepat, termasuk proses validasi dari pemerintah daerah. Terdapat Rp2,4 triliun dana yang sudah disahkan Kementerian Keuangan, harapannya ini bisa tereksekusi agar PPKM ini bisa kita akhiri dan beraktivitas seperti semula lagi serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata dia.

Baca juga: Menparekraf berharap mahasiswa bantu pulihkan pariwisata

Baca juga: Menparekraf tinjau sentra vaksinasi Sesko AU Lembang

Baca juga: Menparekraf pertimbangkan tambah alokasi hibah pariwisata di Jabar

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenparekraf  uji coba pembukaan pariwisata Bali bulan Oktober

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar