Kendari (ANTARA News) - Sekitar seribu anggota Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Sulawesi Tenggara berkumpul di Stadion Lakidende Kota Kendari, Sabtu, dalam acara "Liqa Syawal" guna menguatkan semangat mereka dalam berdakwah.

"Sejak HTI (Hisbut Tahrir Indonesia) masuk di Sultra tahun 2006, dakwah kita menyebar, sehingga 11 dari 12 kabupaten dan kota mempunyai pengurus, sedangkan pengurus Kabupaten Muna segera dibentuk," kata Ketua HTI Sultra, Ibnu Addin, di hadapan para anggotanya.

Addin menceritakan, HTI mulai masuk ke daerah ini 14 tahun lalu yang dibawa oleh Abu Zaid, kemudian membentuk kelompok pengajian beranggotakan 14 aktivis mahasiswa.

"Sekarang dakwah kita sudah mendapat dukungan dari sejumlah ulama dan kaum Muslimin dari berbagai elemen, maka semakin giatlah mendakwahkan syariah Islam secara menyeluruh," ujar guru Madrasah Aliyah Negeri Unaaha itu.

Humas HTI Sultra, Fitriaman, juga berorasi dalam di lapangan tertutup ini, turut memberi motivasi dakwah bagi anggota organisasi politik massa Islam ini.

"Tidak ada suka dan duka dalam berdakwah, tetapi hanya rasa syukur dan sabar, terutama menghadapi segala risiko dakwah," ujar dosen Universitas Haluoleo itu.

Ia mengimbau para anggota HTI Sultra agar tekun menyampaikan dakwah secara berjamaah kepada masyarakat, guna menyebarluaskan syariah Islam yang utuh dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Banyak survei menunjukkan rakyat Indonesia butuh perbaikan tatanan kehidupan yang lebih beradab. Itu merupakan peluang besar bagi kita untuk menyampaikan solusi," ucapnya.

Kegiatan pertama kali digelar di Sultra dan berlangsung selama tiga jam ini, turut dihadiri sejumlah ulama Kota Kendari. yang simpatik terhadap pergerakan HTI, kemudian dilanjutkan temu tokoh Sultra pada malam hari di Pesantren Ummusshabri.

(ANT-178/Z002/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010