Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perhubungan menyebutkan, Minggu malam sekitar pukul 22.45 WIT, Kapal Pelni Nggapulu yang membawa sebanyak 2.000 pengungsi dari Wasior tiba di Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan di Jakarta menjelaskan, para pengungsi tersebut akan diatur penampungannya oleh Tim Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Wasior yang dipusatkan di Pangkalan Utama TNI-AL Manokwari.

Diperkirakan sebagian besar pengungsi yang dibawa oleh KM Nggapulu tersebut akan ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Kehutanan Posko Pusat TNI-AL

"Setelah mereka didata, selanjutnya bagi pengungsi yang berkeinginan kembali ke kampung halamannya masing-masing akan difasilitasi pemulangannya dengan angkutan laut atau moda transportasi ainnya," kata Bambang.

Bencana banjir bandang yang menghantam distrik Wasior hingga sepekan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merenggut korban 144 orang tewas, luka berat 179 orang, luka ringan 641 orang dan hilang 103 orang.

Sedangkan jumlah pengungsi yang masuk Manokwari hingga 10 Oktober ini mencapai 6.224 orang dan diperkirakan, hingga saat ini tersisa sekitar 200 orang yang ditampung di lokasi pengungsian di Wasior.

Sedangkan jumlah rumah yang hancur mencapai sekitar 1.000 unit.

Jumlah bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, tenda dan peralatan evakuasi di antaranya dari bantuan Presiden senilai Rp2 miliar.

Kemudian dari BNPB sebanyak 13 ton peralatan evakuasi, peralatan rumah tangga dan handuk, dari Bank Mandiri berupa 100 koli pakaian dan selimut.

Kementerian Perhubungan sendiri memberikan bantuan berupa fasilitas pengangkutan pengungsi dari Wasior ke Manokwari dengan mengerahkan empat kapal perintis untuk mengevakuasi pengungsi dari Wasior ke Manokwari.

Keempat kapal perintis tersebut, yaitu KM Delta Mas, KM Papua Tiga, KM Merantik, serta KM Bintang 23.

Selain itu, empat kapal perintis, juga ada satu Kapal Pelni, yaitu KM Nggapulu dan dua kapal swasta, yaitu KM Grasilia dan KM Kalimumu.

Di samping itu, juga satu kapal negara navigasi yaitu KN Mahkota dan dua unit kapal SAR.

Sementara personel Satgas SAR 60 orang telah dikirim untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kapal-kapal itu dioperasikan mengangkut pengungsi dari Wasior, sementara sewaktu balik lagi dari Manokwari ke Wasior, kapal tersebut membawa bantuan bahan makanan dan peralatan evakuasi. (*)
(E008/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010