Muara Teweh (ANTARA News) - Air Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah dalam sepekan terakhir ini surut sehingga mengakibatkan sejumlah kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar.

"Sejak hari ini angkutan kapal dan tongkang bermuatan batubara bertonase besar tidak bisa berlayar karena sungai surut," kata Petugas Teknis Lalulintas Sungai pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barito Utara (Barut), Rizalfi di Muara Teweh, Minggu.

Sejumlah kapal tarik atau tunda (tug boat) dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir pada pekan lalu lalu saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar pada beberapa tempat.

Menurut Rizalfi, saat ini ketinggian debit air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh pada Minggu (17/10) siang pada angka 4,29 meter yang menunjukkan angka tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar.

"Saat ini tongkang bermuatan dan kosong ada yang bersandar dan kandas di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito," jelasnya.

Kapal dan tongkang kosong yang terperangkap itu mencapai puluhan unit sebagian besar milik perusahaan tambang PT Marunda Graha Mineral yang arealnya di wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura).

Sebanyak 12 tongkang bersandar di kawasan Bukau Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barut atau di hulu jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh, ada delapan unit tongkang kosong dan empat unit bermuatan puluhan ribu metrik ton batu bara.

Sedangkan di hilir jembatan ada delapan unit tongkang yakni dua buah bermuatan batu bara dan enam buah kosong, selain itu sejumlah tongkang bermuatan masih bersandar di pelabuhan khusus baik di wilayah Barut maupun Mura.

"Sejumlah tongkang itu kini terpaksa bersandar sambil menunggu air naik," katanya.

Surutnya sungai sepanjang 900 kilometer yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke wilayah selatan di Kalimantan Selatan itu sekarang sulit diprediksi.

Ia menjelaskan, meski saat ini sudah memasuki musim hujan, namun kenyataannya debit air Sungai Barito turun dan kalau hujan di wilayah hulu hujan maka air kembali naik.

"Kami sulit memprediksi kondisi Sungai Barito," ujarnya.

Meski angkutan kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar, sejumlah kapal barang dan angkutan penumpang yang tonasenya sedang tidak mengalami kendala.(*)
(T.K009/A011/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010