Dokter Reisa: Orang tua perlu komunikasikan soal vaksinasi pada anak

Dokter Reisa: Orang tua perlu komunikasikan soal vaksinasi pada anak

Petugas medis memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada anak umur 12 hingga 17 tahun di sentra vaksinasi gratis swadaya Perumahan Maharaja dengan TNI - Polri di Depok, Jawa barat, Minggu (25/7/2021). Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Pemerintah daerah di Jawa Barat dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 terus menggenjot pemberian vaksinasi kepada masyarakat di Jawa Barat bertujuan agar kekebalan kelompok / herd immunity dapat segera terwujud. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

kemudian juga temani anak saat dia ke tempat vaksinasi,
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr Reisa Broto Asmoro mengatakan penting bagi orang tua untuk mengomunikasikan kegiatan vaksinasi COVID-19 pada anak.

"Saran saya juga komunikasikan vaksinasi ini yang baik kepada anak. Jadi dijelaskan bahwa vaksin ini bisa menambah perlindungan bagi anak, kemudian juga temani anak saat dia ke tempat vaksinasi, " kata Reisa dalam bincang-bincang bersama Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) secara daring di Jakarta, Senin.

Reisa mengatakan, orang tua harus memberikan alasan pentingnya melakukan vaksinasi sebagai bentuk perlindungan diri dari bahaya COVID-19.

Dia juga mengatakan,  orang tua juga perlu mengomunikasikan kepada anak, terkait pandemi COVID-19 yang sedang terjadi saat ini.

"Jadi jelaskan kenapa anak sebaiknya di rumah saja dulu, bisa memberitahu mereka dengan bahasa sederhana yang sudah dimengerti oleh mereka. Tentunya disesuaikan dengan usia anak masing-masing,” kata dia.

Baca juga: Reisa sampaikan edukasi hingga efikasi vaksin di Hari Anak Nasional
Baca juga: HAN 2021, saatnya lindungi anak dari COVID-19 lewat vaksinasi


Terkait vaksin aman atau tidak, Reisa menegaskan bahwa pemberian vaksin pada anak usia 12 hingga 17 tahun terbukti aman, karena telah mendapat persetujuan dari para ahli dan pihak yang berwenang.

"Nah vaksinasi ini sebagai salah satu usaha melindungi diri kita dengan menerapkan protokol kesehatan, baik sebelum atau sesudah divaksinasi. Vaksinasi pada anak usia 12 sampai 17 tahun ini sama ya dengan vaksin pada orang tua. Jadi vaksin ini sudah dijamin keamanannya oleh badan yang berwenang, sudah berdasarkan rekomendasi parah ahli juga,” kata Reisa.

Lebih lanjut dia menegaskan, vaksin yang disarankan untuk diberikan pada anak berupa vaksin Sinovac dengan dosis sebanyak 0,05 ml. Kegiatan vaksinasi harus dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak pemberian minimal 28 hari.

"Tapi kalau misal anak-anak ada penyakit bawaan atau penyakit penyerta tertentu, konsultasikan dengan dokter pribadinya apakah boleh divaksin atau tidak, atau minta surat rekomendasi vaksin agar lebih yakin," kata dia saat menjelaskan apakah anak yang memiliki penyakit boleh divaksin atau tidak.

Bagi orang tua yang ingin mengetahui tempat untuk mendapatkan vaksin, Reisa mengatakan dapat melihat informasi di halaman www.covid19.go.id/faskesvaksin dan melihat sosial media daerah setempat.

"Disitu nanti akan ada jadwalnya juga dan bisa mendaftar secara online. Tujuannya agar terdaftar, enggak harus datang kesana, berkerumun, dan menunggu dalam jangka waktu yang cukup lama gitu" kata dia.

Dia berharap para orang tua dapat memanfaatkan kesempatan pemberian vaksin dari pemerintah dengan baik, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Baca juga: 10.000 es krim dibagikan beri keceriaan di 2 sentra vaksinasi Jakarta
Baca juga: Kemenkes sebut 548 ribu anak Indonesia telah divaksinasi COVID-19


Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Migran Indonesia di Kuala Lumpur jalani vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar