Beijing (ANTARA News/Reuters) - Sebanyak 37 penambang China yang terjebak dalam bencana terbaru di tambang batu bara dikonfirmasi telah meninggal dunia, menurut media resmi pemerintah pada Selasa.

Kebocoran gas terjadi pada Sabtu dinihari di tambang batu bara yang dimiliki Pingyu Coal & Electric Ltd, perusahaan energi yang bermarkas di kota Yuzhou, bagian tengah provinsi Henan, walaupun demikian, 239 orang berhasil menyelamatkan diri.

Para anggota regu penyelamat sebelumnya mengatakan bahwa sangat sedikit harapan bagi para penambang yang hilang untuk ditemukan hidup-hidup setelah menemukan lima jenazah, kata kantor berita Xinhua, sehingga total korban tewas dalam insiden tersebut berjumlah 37 orang.

Sebelumnya, kebocoran gas terjadi pada 2008 di tambang yang sama, menewaskan 23 orang.

Kecelakaan itu terjadi setelah penyelamatan dramatis terhadap 33 penambang Chile yang terjebak selama lebih dari dua bulan di terowongan bawah tanah.

Kecelakaan tambang-tambang di China merupakan yang paling mematikan di dunia, akibat dari kurangnya standar keselamatan kerja dan kebutuhan energi yang tinggi seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Lebih dari 2.600 orang tewas dalam kecelakaan tambang batu bara pada 2009 lalu.

(KR-PPT/M043/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010