Nanning, China (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia menawarkan lima proyek pembangunan kepada Pemerintah China, dan berharap pemerintah Negeri Tirai Bambu menanamkan modalnya sejalan dengan perkembangan ekonomi nasional yang relatif baik.

"(Ada) lima proyek siap untuk dimulai," kata Wakil Presiden Boediono saat berdialog dengan sekitar 250 pimpinan perusahaan China di sela-sela ASEAN-China Expo 2010 di Nanning, China, Selasa.

Lima proyek tersebut adalah PLTU Jateng dengan nilai investasi sebesar tiga miliar dolar AS, Jakarta Soekarno Hatta Railway dengan nilai investasi 735 juta dolar AS, suplai air minum di Umbulan, Jatim senilai 204 juta dolar AS,

Medan Kualanamu Toll Road senilai 476 juta dolar AS, dan pelabuhan kapal pesiar di Bali dengan nilai 36 juta dolar AS.

Wapres mengatakan, dengan jumlah penduduk sekitar 230 juta orang dan sumber daya melimpah Indonesia menjadi tujuan negara yang strategis bagi perdagangan di dunia, terutama untuk infrastruktur, energi, dan bisnis agrikultura.

"Investor China akan terus kunjungi Indonesia. Jika ada yang belum segera kunjungi Indonesia," kata Wapres Boediono yang dalam dialog itu didampingi Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hiayat, Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan perwakilan PT Pertamina dan PLN.

Wapres mengatakan, saat ini ada sekitar 10 persen dari total populasi penduduk di Indonesia berasal dari ekonomi kelas menengah atas. Sementara pendapatan per kapita pada 2010 ditargetkan akan menjadi 3.000 dolar AS.

"10 persen Populasi [Indonesia dari kelas ekonomi] menengah atas," katanya.

Di samping itu, tambah Boediono, sekitar 59 persen penduduk Indonesia saat ini berusia di bawah 29 tahun dan siap menjadi tenaga kerja potensial yang memiliki kinerja optimal untuk bekerja di perusahaan yang akan dibangun investor asal China di dalam negeri.

Pemerintah Indonesia telah memperkuat kerja sama bilateral dengan China dan sejak awal 2010 telah mengimplementasiakan perdagangan bebas Asean-China.

Implementasi tersebut sekaligus sebagai upaya Indonesia untuk melanjutkan kerjasama serta upaya menciptakan iklim yang kondusif dan menggerakkan sektor bisnis dan sektor swasta.

"Kami dikenal sebagai negara yang menarik bagi para investor," katanya.

Untuk bisa cepat meraih pangsa pasar di dalam negeri, Wapres Boediono menyarankan investor asal China untuk menanamkan modalnya dengan bekerja sama dengan perusahaan domestik di Indonesia. (R018/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010