Nanning, China (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono mengatakan, Indonesia dan Republik Rakyat China saling melengkapi dalam hubungan bilateral yang semakin baik.

"Indonesia dan China itu saling melengkapi. Jadi saya yakin hubungan kedua negara akan semakin baik," katanya, saat berdialog dengan 250 pimpinan perusahaan China di sela-sela ASEAN-China Expo 2010 di Nanning, China, selasa.

Wapres mengatakan, masing-masing negara memiliki keunggulan yang dapat dikerjasamakan dan saling melengkapi.

"Dengan saling melengkapi itu, maka Indonesia dan China dapat bersatu menjadi kekuatan ekonomi dunia," kata Boediono.

Dalam dialog yang didampingi beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II itu, Boediono mengatakan, Indonesia memiliki banyak peluang yang dapat dikerjasamakan dengan China, semisal bidang infrastrusktur,minyak, gas, agrikultur, permesinan dan konstruksi.

"Indonesia adalah negara yang masih terus bertumbuh dan dalam pembangunannya banyak memerlukan kemitraan dengan sejumlah pihak termasuk pengusaha asal China," tuturnya.

Wapres mengatakan, dengan jumlah penduduk sekitar 237 juta orang dan sumber daya melimpah maka Indonesia menjadi tujuan negara yang strategis bagi perdagangan di dunia, terutama untuk infrastruktur, energi, dan bisnis agrikultura.

"Investor China dan terus kunjungi Indonesia. Jika ada yang belum segera kunjungi Indonesia," kata Wapres Boediono yang dalam dialog itu didampingi Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan perwakilan PT Pertamina dan PLN.

Wapres mengatakan, saat ini ada sekitar 10 persen dari total populasi penduduk di Indonesia berasal dari ekonomi kelas menengah atas. Sementara pendapatan per kapita pada 2010 ditargetkan akan menjadi 3.000 dolar AS.

"10 persen populasi [Indonesia dari kelas ekonomi] menengah atas," katanya.

Di samping itu, tambah Boediono, sekitar 59 persen penduduk Indonesia saat ini berusia di bawah 29 tahun dan siap menjadi tenaga kerja potensial yang memiliki kinerja optimal untuk bekerja di perusahaan yang akan dibangun investor asal China di dalam negeri.

Pemerintah Indonesia telah memperkuat kerja sama bilateral dengan China dan sejak awal 2010 telah melaksanakan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN -China.

Penerapan tersebut sekaligus sebagai upaya Indonesia untuk melanjutkan kerja sama serta upaya menciptakan iklim yang kondusif dan menggerakkan sektor bisnis dan sektor swasta.

"Kami dikenal sebagai negara yang menarik bagi para investor," katanya.

Untuk bisa cepat meraih pangsa pasar di dalam negeri, Wapres Boediono menyarankan investor asal China untuk menanamkan modalnya dengan bekerja sama dengan perusahaan domestik di Indonesia.

Jadi, tambah Wapres, jika ditanya apakah prospektif bekerja sama dengan Indonesia, maka hal itu sangat prospektif karena dalam kerja sama yang dibangun selama ini kedua negara saling melengkapi.

"Dengan saling melengkapi itu, hubungan kedua negara akan semakin baik di masa mendatang," katanya.(*)
(T.R018/A011/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010