Nakes Kota Tangerang terbantu daftar vaksin menggunakan sistem barcode

Nakes Kota Tangerang terbantu daftar vaksin menggunakan sistem barcode

Pendataan vaksin melalui sistem barcode. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang.

Hari ini, kami lakukan percobaan tahap kedua terkait penyempurnaan website untuk vaksinasi, di SMPN 2 Kota Tangerang
Tangerang (ANTARA) - Tenaga kesehatan di Kota Tangerang Banten mengaku terbantu dengan adanya laman pendaftaran vaksinasi menggunakan sistem kode batang (barcode) karena lebih cepat.

Kepala Puskesmas Sukasari, dr. Efi Handayani dalam keterangannya Selasa menyatakan sistem baru ini membuat pelaksanaan vaksinasi berjalan lebih cepat dari sebelumnya, karena memotong beberapa tahapan.

Baca juga: 800 santri di Kota Tangerang ikuti vaksinasi

“Sekarang, karena sudah dengan sistem barcode jadi meja registrasi dihapuskan, proses pendataan juga lebih cepat. Petugas cukup scan barcode saja melalui handphone. Jadi, siswa datang sudah membawa barcode, nanti di-scan di meja screening, setelah proses screening, penyuntikan vaksin, dan observasi. Satu anak sekarang prosesnya kurang lebih hanya satu menit, jadi prosesnya lebih cepat dan simpel,” ujar Efi saat ditemui di SMP Negeri 2 Kota Tangerang, Selasa.

Ia menambahkan vaksinasi pelajar di SMP Negeri 2 Kota Tangerang ini menyasar 860 siswa, dan antusiasnya sangat tinggi. Selama pelaksanaan, belum ditemukan kendala yang menghambat proses vaksinasi.

Baca juga: PMI jadikan Indoor Stadium Tangerang sebagai sentra vaksinasi COVID-19

“Pelaksanaan berjalan dengan lancar, wifi juga sudah disediakan dan aman. Kami juga sudah menyiapkan tim untuk memasukkan data hasil vaksinasi ke dalam sistem primary care (P-Care). Jadi, vaksinasi selesai hari ini, P-Care juga selesai secara bersamaan,” ujarnya

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mulyani, menjelaskan bahwa ini merupakan uji coba kedua sekaligus penyempurnaan website dan sistem baru yang dibuat oleh Diskominfo.

Baca juga: 35.000 warga Kabupaten Tangerang ikut vaksinasi massal serentak

“Hari ini, kami lakukan percobaan tahap kedua terkait penyempurnaan website untuk vaksinasi, di SMPN 2 Kota Tangerang. Jadi, perbedaan dengan sebelumnya adalah kami sudah mengirimkan barcode ke sekolah, yang berisi data siswa, kemudian siswa hanya tinggal datang ke sekolah dan mengambil barcode, melakukan screening, mendapatkan vaksin dan observasi,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima.

Mulyani berharap, nantinya masyarakat dapat menggunakan sistem ini secepatnya sehingga proses vaksinasi bisa lebih cepat dan kekebalan komunal juga segera tercapai.

Sebagai informasi, website pendaftaran vaksinasi dapat diakses melalui https://vaksinasi.tangerangkota.go.id/.

Sebelumnya Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengaku jika mekanisme baru yang sedang diuji coba dirasa akan membantu dalam percepatan proses vaksinasi yang dilakukan setiap harinya mengingat proses pendataan, skrinning hingga input data ke sistem P- Care Kemenkes tidak lagi dilakukan secara manual.

"Petugas hanya tinggal ditunjukan QR Code dari peserta vaksinasi untuk input semua data yang diperlukan. Proses input ke P-Care juga lebih mudah dan cepat dibanding yang dilakukan secara manual," katanya.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komisi IX DPR RI temukan penghambat suplai vaksin di Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar