Pasien COVID-19 di RSUD Cengkareng berkurang sejak seminggu terakhir

Pasien COVID-19 di RSUD Cengkareng berkurang sejak seminggu terakhir

Petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap pasien di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Pasien yang hendak melakukan skrining kesehatan awal di RS tersebut harus mengantre di lorong-lorong rumah sakit akibat Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit sudah penuh dan tak lagi bisa menampung pasien. ANTARA FOTO/Fauzan/foc.

Jakarta (ANTARA) - Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng Aris Pribadi mengatakan jumlah pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut semakin berkurang sejak satu pekan terakhir.

"Informasi dari kami saat ini kedatangan pasien dengan konfirmasi COVID-19 sudah menurun sejak semingguan ini," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Arif tidak menjelaskan berapa jumlah pasien COVID-19 saat ini, namun dia membandingkan jumlah keterisian tempat tidur pasien COVID-19 yang dahulu sempat penuh dengan sekarang.

Baca juga: Positif COVID-19, pasien dijemput keluarga di RSUD Cengkareng

"Untuk keterangan jumlah bed bisa akses di website. Saat itu full total dibandingkan dengan kondisi saat ini," ujar Aris.

Dari data yang dihimpun website resmi Pemprov DKI http://eis.dinkes.jakarta.go.id/bed pada Kamis, terlihat banyak fasilitas ruang rawat untuk pasien COVID-19 tersedia.

Untuk ruangan isolasi tanpa tekanan negatif memiliki 153 tempat tidur kosong dari 260 tempat yang tersedia. Sedangkan untuk ruangan ICU tanpa tekanan negatif dan tanpa ventilator sisa 19 tempat tidur dari 96 yang tersedia.

Baca juga: Polisi tengahi keluarga pasien yang emosi duduki RSUD Cengkareng

Tercatat masih ada beberapa tempat tidur yang penuh, yakni ICU tekanan negatif dengan ventilator sebanyak 14 tempat tidur, ICU tekanan negatif tanpa ventilator mencapai empat tempat tidur dan ICU tanpa tekanan negatif dengan ventilator sekitar 12 tempat tidur.

Aris tidak dapat memastikan berkurangnya jumlah pasien imbas dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang digaungkan pemerintah atau bukan.

"Kami tidak punya kompetensi untuk menjawab itu. Tugas kami hanya melayani saja," tutur Aris.

Baca juga: Tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19 di RSUD Cengkareng tersisa dua

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Pewarta: Walda Marison
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menko PMK: Plasma konvalesen terbukti efektif bantu pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar