Wamenag: Ponpes-rumah ibadah diupayakan jadi lokasi sentra vaksinasi

Wamenag: Ponpes-rumah ibadah diupayakan jadi lokasi sentra vaksinasi

Petugas medis memeriksa suhu badan santri saat vaksinasi massal di Pondok Pesantren Al Fatah Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (25/7/2021). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.

Pesantren saya kira sangat strategis dalam percepatan vaksinasi untuk anak-anak. Ribuan bahkan mungkin jutaan santri, usianya di atas 12 tahun
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) tengah mengupayakan agar pondok pesantren (ponpes), rumah ibadah, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya dapat difungsikan sebagai lokasi sentra vaksinasi dalam upaya percepatan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

"Pemerintah sedang menggerakkan percepatan vaksinasi. Kemenag tengah berupaya pro aktif dan berharap rumah ibadah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya bisa dioptimalkan dalam percepatan ini," kata Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Wamenag menilai peran pesantren dan rumah ibadah dalam upaya percepatan vaksinasi sangat sentral di tengah-tengah masyarakat. Ia mencontohkan jika vaksinasi dilakukan di lingkungan pesantren di seluruh Indonesia maka bisa menyasar para santri mulai dari usia 12 tahun termasuk warga sekitar.

Di sisi lain, para penyuluh agama yang sebelumnya diterjunkan untuk menyosialisasikan manfaat vaksin, diminta untuk menggandeng para ulama dan tokoh masyarakat sampai tingkat majelis taklim yang menjadi binaan mereka.

"Pesantren saya kira sangat strategis dalam percepatan vaksinasi untuk anak-anak. Ribuan bahkan mungkin jutaan santri, usianya di atas 12 tahun," kata Zainut Tauhid Sa'adi.

Upaya percepatan vaksinasi di lingkungan pesantren ini juga akan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menargetkan sekolah dan pondok pesantren bisa dioptimalkan sebagai sentra vaksinasi mulai Agustus.

"Mulai Agustus sudah kami siapkan sekolah dan pondok pesantren dimanfaatkan sebagai tempat vaksinasi," katanya.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan peran sekolah maupun pondok pesantren efektif dalam mempercepat target vaksinasi di Jabar. Apalagi setiap sekolah dan pesantren memiliki tempat yang memadai untuk melakukan vaksinasi massal.

Senada dengan Wamenag yang meminta pemuka agama turut serta dalam upaya vaksinasi, Gubernur juga mengajak ulama di Jabar melakukan hal serupa. Kehadiran ulama atau tokoh agama penting untuk menyakinkan masyarakat akan pentingnya vaksin, termasuk 3M; memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

"Mudah-mudahan ulama dan umaro bisa saling menguatkan dalam kondisi ini," demikian Ridwan Kamil.

Baca juga: Jabar jadikan sekolah- pesantren jadi sentra vaksinasi COVID-19

Baca juga: Panglima TNI tinjau vaksinasi COVID-19 di kampus dan pesantren Jakarta

Baca juga: BIN gelar vaksinasi di ponpes dan madrasah

Baca juga: Ponpes Lirboyo Kediri jadi percontohan pesantren tangguh

 

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Batang genjot vaksinasi 600 ribu warga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar