Telat menstruasi hingga tiga bulan, mungkin alami amenore

Telat menstruasi hingga tiga bulan, mungkin alami amenore

Ilustrasi amenore (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Siklus menstruasi merupakan indikasi dari kesehatan wanita, jika mengalami keterlambatan hingga beberapa bulan mungkin Anda mengalami amenore atau amenorrhea.

Menstruasi biasanya terjadi setiap 21-35 hari dan berlangsung selama dua hingga tujuh hari. Ini adalah proses hormonal yang dialami tubuh wanita setiap bulan setelah pubertas hingga menopause untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan.

Namun, tidak setiap wanita mengalami siklus menstruasi yang teratur dan bahkan ada yang melewatkan menstruasi selama beberapa bulan, yang juga dikenal sebagai amenore.

Baca juga: Alasan muncul rasa gatal di organ intim saat haid & cara mengatasinya

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 saat haid turunkan imun? Cek faktanya


dr. Megha Ranjan, konsultan ob-gyn, Sharda Hospital dan Dr Neerja Goel, departemen ob-gyn HOD, Sharda Hospital India mengatakan amenore adalah istilah medis ketika seorang wanita tidak mengalami periode menstruasi.

Lebih lanjut dr. Ranjan mengatakan ada dua jenis amenore yang alami oleh wanita yakni amenore primer atau saat Anda terlambat memulai menstruasi untuk pertama kalinya. Kisaran normal adalah pada usia 14-16 tahun.

Kedua adalah amenore sekunder atau kondisi di mana seorang wanita terlambat menstruasi selama tiga bulan berturut-turut atau lebih.

Ketika mengalami amenore, kemungkinan Anda akan merasakan gejala seperti sakit kepala, penglihatan berubah, mual, rambut wajah tumbuh ekstra, rambut rontok, perubahan ukuran payudara dan keluarnya cairan susu, atau keluarnya cairan, dari payudara.

"Penyebab utama amenore primer termasuk riwayat keluarga, genetika, dan gaya hidup," kata dr. Ranjan dilansir Indian Express pada Sabtu.

dr. Ranjan mengatakan cacat genetik atau kromosom dapat memengaruhi fungsi ovarium dan siklus menstruasi. Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan secara drastis juga bisa menyebabkan amenore.

Selain itu, gangguan makan, pola olahraga yang ekstrim, pola makan yang buruk, stres, kehamilan, menyusui dan menopause dapat menyebabkan amenore sekunder.

Penyebab lain yang mungkin termasuk alat kontrasepsi, seperti pil, suntikan, atau alat kontrasepsi. Ini dapat mempengaruhi siklus menstruasi wanita selama dan setelah digunakan.

Amenore bisa dideteksi dengan cara melakukan tes darah untuk memeriksa fungsi tiroid, fungsi ovarium, testosteron (hormon pria), yang dapat mendeteksi PCOS dan kadar estrogen (hormon wanita).

"Pilihan pengobatan untuk amenore bervariasi berdasarkan penyebabnya. Anda mungkin perlu melakukan perubahan gaya hidup, seperti pola makan, aktivitas, dan stres," kata dr. Ranjan.

Obat hormonal tertentu dan pil KB dapat membantu memicu menstruasi. Yang lain dapat membantu memicu ovulasi, seperti untuk PCOS. Terapi hormon juga dapat digunakan untuk menyeimbangkan hormon Anda.

"Operasi jarang terjadi, tetapi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus," ujar dr. Ranjan.

Baca juga: Tips psikolog bicara menstruasi pada anak perempuan

Baca juga: Adakah manfaat bicara menstruasi pada remaja perempuan?

Baca juga: Perlukah cuci pembalut usai dipakai dan basuh tangan setelahnya?

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar