Penambahan kasus sembuh paling banyak di Jawa Barat dengan 6.931 kasus

Penambahan kasus sembuh paling banyak di Jawa Barat dengan 6.931 kasus

Arsip foto - Tenaga kesehatan memimpin senam kebugaran untuk pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi di Gedung BLK, Manggahang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.

Jakarta (ANTARA) - Data Kementerian Kesehatan pada Sabtu (31/7) pukul 12.00 WIB menyebutkan penambahan jumlah kasus sembuh COVID-19 paling banyak terjadi di Jawa Barat yakni sebanyak 6.931 kasus.

Kumulatif kasus sembuh di Jawa Barat sebanyak 475.838 kasus. Penambahan kasus sembuh terbanyak berikutnya terjadi di Jawa Timur yakni 5.165 kasus atau total kumulatif yakni 231.908 kasus.

Berikutnya adalah DKI Jakarta dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 4.963 kasus atau kumulatif kasus sembuh sebanyak 784.630 kasus. Total penambahan kasus sembuh secara nasional yakni sebanyak 39.372 kasus atau total 2.770.092 kasus.

Sementara penambahan kasus terkonfirmasi secara nasional yakni sebanyak 37.284 kasus atau total sebanyak 3.409.658 kasus. Penambahan kasus terkonfirmasi paling banyak terjadi di Jawa Tengah dengan jumlah 4.896 kasus, diikuti Jawa Timur dengan 4.697 kasus dan Jawa Barat dengan 4.204 kasus.

Untuk kasus meninggal paling banyak terjadi di Jawa Timur dengan 328 kasus, diikuti Jawa Tengah dengan 316 kasus dan DKI Jakarta sebanyak 251 kasus. Penambahan kasus meninggal secara nasional sebanyak 1.808 kasus atau total 94.119 kasus meninggal.

Penambahan kasus aktif yakni sebanyak 3.896 kasus atau total 545.447 kasus. Jumlah spesimen yang diperiksa yakni sebanyak 241.765 spesimen. Untuk kasus suspek sebanyak 278.618 kasus.

Satgas Penanganan COVID-19 terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menjaga jarak.

Baca juga: Satgas: Masyarakat ambil peranan penting dalam penanganan COVID-19

Baca juga: Satgas: Penanganan COVID-19 hulu sampai hilir harus terintegrasi

Baca juga: Wapres: Penanganan COVID-19 perlu ekstra kerja keras pusat dan daerah


Pewarta: Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kadisdik Jabar: Tidak ada klaster COVID-19 dalam PTM terbatas di Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar