Yogyakarta (ANTARA News) - Juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan akan disemayamkan terlebih dahulu di Auditorium Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebelum dimakamkan bersama-sama dengan korban lain di Dusun Sidareja Umbulharjo Cangkringan, Kabupaten Sleman.

"Kami adalah keluarga besar Gunung Merapi, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta merupakan bagian dari Merapi. Ini adalah permintaan keluarga dan UII," kata Rektor UII Yogyakarta Edy Suandi Hamid di Instalasi Kedokteran Forensik RS Sardjito di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, salah satu keluarga Mbah Maridjan adalah karyawan di UII Yogyakarta, yaitu Asih yang menjadi staf nonedukatif di Fakultas MIPA UII sehingga keluarga Mbah Maridjan adalah keluarga besar UII.

Setelah disemayamkan, jenazah Mbah Maridjan, adik ipar, dan menantunya yang juga ikut menjadi korban awan panas Merapi akan dishalatkan bersama dengan seluruh staf UII dan masyarakat di sekitar kampus tersebut.

"Kami sebenarnya membuka diri apabila seluruh jenazah disemayamkan di UII, tetapi karena alasan keamanan, maka tidak memungkinkan," katanya.

UII, katanya, akan membantu memberi nisan kepada seluruh makam korban awan panas Gunung Merapi, meskipun lokasi pemakamannya tidak berada di Dusun Sidareja Umbulharjo Cangkringan, Sleman.

Edy mengatakan, Mbah Maridjan adalah sosok yang cukup disegani dan patut dicontoh karena sangat berkomitmen dengan pekerjaannya dan tidak banyak tokoh seperti dia.

Istri Mbah Maridjan, Ponirah mengatakan bahwa dirinya sudah ikhlas suaminya meninggal dunia. "Sampun dipendhet (dipanggil Tuhan Yang Maha Esa), sampun (sudah) ikhlas," katanya.

Tim Forensik RS Sardjito secara resmi menyerahkan semua jenazah korban awan panas Merapi kepada keluarga untuk dimakamkan pada pukul 09.15 WIB bertempat di Masjid Asy Syifa RS Sardjito.
(E013/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010