Malang (ANTARA News) - Sedikitnya 15 orang penyelamat satwa dari ProFauna Malang, Jawa Timur, telah diterjunkan ke kawasan Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, untuk mengurus dan mengevakuasi satwa korban bencana gunung meletus tersebut.

Pendiri ProFauna, Rosek Nursahid, Kamis kepada wartawan di Malang mengatakan, 15 orang yang diterjunkan ke Merapi tersebut, dua orang di antaranya adalah dokter hewan.

"Tim tersebut, sudah bertugas sejak hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan, dan mereka akan mengurus binatang liar yang turun dari kawasan hutan ke permukiman penduduk," paparnya.

Ia menjelaskan, binatang atau satwa liar yang telah terdeteksi turun ke permukiman penduduk oleh ProFauna tersebut, adalah monyet.

"Kita sebelumnya telah mendeteksi bahwa kondisi ratusan monyet yang turun ke rumah penduduk tersebut, sangat memprihatinkan karena kekurangan makanan," ujar Rosek.

Dikatakannya, 15 orang yang diterjunkan tersebut akan mengurusi ratusan monyet yang turun ke permukiman penduduk dan akan diberikan pakan. "Dari pantauan sementara tim ProFauna yang terjun ke lokasi, kondisi monyet tersebut kelaparan," katanya.

Selain mengurus monyet, 15 orang ProFauna juga akan mengevakuasi hewan ternak milik korban bencana yang ditinggalkan begitu saja saat mengungsi.

"Hewan ternak seperti ayam, kambing, sapi, kerbau dan bebek, banyak ditemukan dalam kondisi mati saat terkena awan panas Gunung Merapi," ucapnya.

Rosek menjelaskan, tujuan evakuasi yakni agar bangkai hewan ternak yang mati tidak menimbulkan penyakit bagi warga yang ada di kawasan tersebut. "Kita akan kuburkan sejumlah hewan yang mati, dan yang masih hidup akan kita buatkan tempat tersendiri atau kandang yang aman, sehingga bisa mendapat perawatan sesuai prosedur kesejahteraan hewan," katanya.
(ANT-162/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010