Jakarta (ANTARA News) - Tingginya kenaikkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga mencapai 43,44 persen dari awal tahun seharusnya dipandang positif, bukan dikhawatirkan akan terjungkal pada perdagangan ke depan, demikian Direktur Pengembangan Usaha BEI, Frederica Widyasari Dewi di Jakarta, Selasa.

"Kalau ada yang berpikiran pesimis tentang IHSG, berarti orang itu tidak akan sukses hidup di pasar modal," ujarnya seraya menyebut kenaikan itu sebagai bukti pasar modal Indonesia tempat yang baik untuk investasi.

Saat ini, lanjut dia, Indonesia sudah berada di peringkat investment grade atau negara yang layak diakui untuk investasi. Maka, dengan naiknya peringkat Indonesia IHSG akan terus tumbuh sampai akhir tahun.

"Kenaikan IHSG tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kita sudah berada di peringkat `investment grade`, kia harus optimis jangan pesimis," katanya.

Ia menambahkan, sentimen positif ini sudah semestinya dapat memprovokasi para investor yang penasaran ingin mencoba untuk terjun langsung dalam dunia pasar modal.

"Bukan tidak mungkin peranan investor di masa mendatang semakin meramaikan posisi pasar modal nasional," ujarnya.

Maka dari itu, tambahnya, selaku regulator lebih menggencarkan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada masyarakat, serta mendorong peningkatan good corporate governance (GCG) pelaku bisnis dengan mengoptimalkan kedisiplinan terhadap aturan yang ada.

Selain itu, Frederica mengatakan, derasnya aliran modal asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia adalah sebagai momentum yang baik dimanfaatkan oleh perusahaan yang menambahkan dana untuk melakukan ekspansi usaha.

Menurut data BEI dana asing yang masuk sepanjang kuartal ketiga 2010 ini tercatat beli asing (foreign buy) sebesar Rp243,75 triliun, jual asing (foreign sell) Rp223,18 triliun, dan tercatat beli bersih asing (net foreign buy) sebesar Rp20,57 triliun.

Sementara, pada kuartal ketiga 2009 tercatat beli asing (foreign buy) sebesar Rp180,39 triliun, jual asing (foreign sell) Rp169,60 triliun, dan tercatat beli bersih asing (net foreign buy) sebesar Rp10,79 triliun.

Dengan begitu maka tercatat net foreign buy naik 90,64 persen dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar.

"Banyaknya capital inflow yang masuk merupakan kesempatan bagus bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tambahan modal untuk melakukan listing ataupun right issue," ujar Direktur Utama Ito Warsito.

Sementara analis pasar modal Madani Securities, Dadan Syarifudin menyatakan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang positif bukan tidak mungkin sampai akhir tahun IHSG mencapai level 3.000.

"Saya yakin indeks akan terus naik, jika indeks bergerak melemah itu hanya menjadi fondasi untuk melanjutkan kenaikan indeks BEI hingga akhir tahun," ujarnya.(*)

KR-ZMF/B012/AR09

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010