Sleman (ANTARA News) - Empat rumah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hanyut akibat banjir lahar dingin di sejumlah sungai berhulu di Gunung Merapi, namun tidak sampai menelan korban jiwa.

"Berdasarkan laporan Komandan Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Sleman Widi Sutikno akibat banjir lahar dingin menyebabkan lima rumah hanyut di antaranya di Dusun Jambu, Desa Umbulharjo, sedangkan lokasi rumah lain yang hanyut belum diinformasikan lebih lanjut," kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti, di Sleman, Kamis malam.

Endah mengatakan berdasarkan surat dari Badan Geologi Kementerian ESDM Nomor 2312/45/BGL.V/2010 Tanggal 4 November 2010 tentang Laporan aktivitas Gunung Merapi 3 November 2010 pukul 18.00 hingga 24.00 WIB yang dimaksud dengan radius 15 kilometer dari puncak Merapi adalah di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi sektor selatan, tenggara, dan barat daya.

"Alur sungai tersebut meliputi Kali Boyong, Kali Kuning, Kali Gendol, Kali Woro, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Bedog," katanya.

Daftar daerah bencana Gunung Merapi di Sleman yang warganya direkomendasikan untuk dievakuasi sehingga berada dalam radius lebih dari 15 kilometer sesuai radius aman yang ditetapkan Badan Geologi meliputi Glagaharjo (semua dusun), Kepuharjo (semua dusun), Umbulharjo (semua dusun), Hargobinangun (Kaliurang Timur, Kaliurang Barat, Boyong, Ngipiksari, Banteng, Sumberan, Sambi).

Kemudian Pakembinangun (Sambi, Padokan, Duwetsari), Purwobinangun (semua dusun), Girikerto (Ngandong, Nganggring, Keloposawit, Kemiri Kebo, Sukorejo, Pancal), dan Wonokerto (Tunggularum, Gondoarum, Sempu, Balerante).

Kalangan warga diminta menjauhi sejumlah sungai berhulu di Gunung Merapi yang terletak di wilayah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah karena banjir lahar hingga kini masih terus berlangsung.

"Banjir lahar sudah terjadi. Kini mengarah ke beberapa tempat sehingga warga diminta waspada," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Surono.

Menurut dia, PVMBG belum bisa memprediksi sejauh mana lahar tersebut akan mengalir. "Kami belum bisa memprediksinya. Untuk itu warga agar mematuhi instruksi yang dikeluarkan pemerintah. Warga jangan mendekati badan sungai yang dialiri lahar dingin," katanya.

Surono belum bisa memperkirakan jarak banjir lahar gunung teraktif di Indonesia itu hingga berapa kilometer, namun langkah paling penting yang perlu dilakukan warga adalah mematuhi instruksi pemerintah agar terhindar dari anacaman bahaya tersebut.

"Merapi hingga kini masih terus mengeluarkan lava pijar namun karena cuaca mendung maka tidak terlihat secara visual. Erupsi Gunung Merapi pada tahun ini lebih besar dibandingkan pada 1997, 2001, dan 2006," katanya. (ANT/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010