Satgas: Endemi bisa dicapai lewat kolaborasi pemerintah dan masyarakat

Satgas: Endemi bisa dicapai lewat kolaborasi pemerintah dan masyarakat

Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers secara virtual melalui Youtube BNPB yang dipantau dari Jakarta, Kamis (19/8/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengemukakan status endemi COVID-19 di Indonesia dapat tercapai melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan kebijakan.

"Endemi dapat digambarkan sebagai sebuah situasi di mana kondisi kasus lebih terkendali, namun bukan berarti virusnya hilang sepenuhnya," kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers secara virtual melalui Youtube BNPB yang dipantau dari Jakarta, Kamis.

Menurut Wiku, sejumlah hal yang dapat mengindikasikan bahwa pandemi telah bertransisi menjadi endemi jika kekebalan masyarakat meningkat terhadap virus seiring dengan akselerasi vaksinasi maupun infeksi alamiah sehingga angka perawatan dan kematian pun menurun.

Baca juga: Satgas tegaskan kegiatan belajar mengajar di Jabodetabek masih daring

Dengan instrumen pengendalian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini, kata Wiku, diterapkan pengaturan dan target spesifik.

Target yang dimaksud di antaranya penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan), 3T (testing, tracing dan treatment) dan vaksinasi di tiap kabupaten/kota.

Wiku berharap kondisi endemi dapat segera tercapai dengan syarat kolaborasi pemerintah dan masyarakat harus bisa mensukseskan kebijakan yang telah ada agar hasilnya efektif dan signifikan.

Baca juga: Satgas perketat PPKM jika tidak ada perbaikan penanganan COVID-19
Baca juga: Satgas sebut sembilan provinsi masih alami kenaikan kasus
Baca juga: Satgas: Kasus COVID-19 tingkat nasional alami tren perbaikan

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

1.066 orang sembuh dari COVID-19 pada 23 Oktober

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar