Klaten (ANTARA News) - Bangkai sapi yang telah mengeluarkan bau tidak sedap akibat letusan Gunung Merapi telah berserakan di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Ratusan ekor sapi yang mati terkena letusan Merapi sampai sekarang belum banyak yang dievakuasi, akibatnya dimana-mana tersebar bau tidak enak di desa Balerante itu," kata Karyono (cak Dul) salah seorang anggota ORARI Klaten yang berada di Posko ORARI Dompol, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Rabu.

Balerante merupakan daerah yang paling dekat dengan puncak Merapi, sehingga tidak mengherankan dengan terjadi erupsi gunung tersebut untuk desa ini yang paling parah menderita kerusakan di bandingkan yang lainnya yang ada di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

"Balerante yang jaraknya hanya empat kilometer dari puncak Merapi itu, letaknya berada di lereng gunung tersebut yang tanpa ada batas apa-apa, akibat ketika gunung tersebut erupsi langsung terguyur material volkanik. Untuk itu bagi relawan yang akan melakukan evakuasi di daerah ini juga harus hati-hati, karena memang tempatnya juga masih berbahaya dari ancaman Merapi yang bisa setiap saat terjadi," katanya.

Menyinggung mengenai masalah korban jiwa, Karyono mengatakan untuk sementara ini telah diketemuakn empat orang yang meninggal. "apa bila melihat kondisi di Balerante sekarang kemungkinan juga masih ada jenazah yang belum diketemukan".

Sesuai data kependudukan di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, untuk warga di desa Balerante tercatat 1.662 jiwa dengan jumlah ternak 1.031 ekor sapi dan 459 ekor kambing.
(ANT/A024)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010