akses bagi penyandang disabilitas meningkatkan keterampilan dan kompetensi merupakan wujud semangat kemerdekaan
Jakarta (ANTARA) - Lembaga pendidikan informal Yureka Edukasi Cipta (YEC) memutuskan untuk ikut ambil bagian Program Kartu Prakerja dalam rangka mendukung pengembangan diri penyandang disabilitas.

Pendiri YEC, M. Anima Husna dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, menyampaikan, berdasarkan data Instagram Kartu Prakerja (@prakerja.go.id) pada semester pertama tahun ini, sebanyak 41.717 penerima Kartu Prakerja adalah penyandang disabilitas.

"Membuka akses bagi penyandang disabilitas dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi merupakan wujud semangat kemerdekaan yang sebenarnya," katanya.

Baca juga: Penerimaan peserta Kartu Prakerja Gelombang 18 dibuka malam ini

Ia menambahkan dengan proses pendaftaran hingga pelatihan yang semuanya dilakukan secara daring juga sangat memudahkan penyandang disabilitas untuk mengikuti program pemerintah itu.

Di tengah pandemi ini, lanjut dia, diperlukan peran dari banyak pihak untuk dapat saling membantu.

"Dalam hal ini, YEC mengambil peran untuk membantu masyarakat, terlebih penyandang disabilitas yang penuh keterbatasan untuk dapat menentukan masa depannya sendiri, untuk menuju Indonesia tangguh dan tumbuh," ucapnya.

Baca juga: Ipsos: Program Prakerja paling dirasa manfaatnya oleh masyarakat

Anima Husna juga menyampaikan bahwa YEC menggandeng para putra-putri daerah dengan keahlian tertentu untuk menjadi pemateri di berbagai kelas yang dihadirkan.

"Hal ini merupakan cara kami untuk dapat meningkatkan kompetensi masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi mereka yang sudah memiliki kompetensi untuk dapat berkarya dan berkontribusi bagi bangsa," katanya.

Saat ini program Kartu Prakerja sudah memasuki gelombang 18, di mana pendaftarannya telah ditutup pada pukul 12.00 WIB, Kamis (19/8) dengan kuota 800.000 pendaftar.

Baca juga: Rektor UNUSIA: Kartu Prakerja terobosan bangun ekonomi Indonesia

Ia menambahkan, beberapa kelas yang sudah dirancang untuk semester dua tahun ini di antaranya menjual produk melalui media sosial bagi pedagang melalui internet, mengembangkan akun YouTube dan Tiktok bagi seniman digital, pemrograman website pemula hingga desainer website.

Ia menyampaikan, YEC berkomitmen memudahkan akses kelas keterampilan bagi penyandang disabilitas sebagai upaya mendukung kesetaraan hak bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat meningkatkan kemampuan diri.

Kepedulian YEC, lanjut dia, juga dibuktikan dengan melakukan peluncuran 1.000 kelas bahasa Inggris daring sebagai program corporate social responsibility (CSR) YEC yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas pada November 2020.

Baca juga: Pelantar digital dinilai bantu generasi muda perbaiki kompetensi diri
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2021