God Bless akan dianugerahi penghargaan dari presiden

God Bless akan dianugerahi penghargaan dari presiden

Arsip foto - Personil Godbless, Ian Antono (kanan) bersama Abadi Soesman (tengah) dan Ahmad Albar (kiri) membawakan lagu "Semut Hitam" dalam Peluncuran Tim Arema-ISL di Graha Cakrawala, Malang, Jawa Timur, Kamis (27/12/2012). FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto/Koz/Spt/aa.

Jakarta (ANTARA) - Untuk pertama kalinya selama hampir 50 tahun, God Bless akan mendapat penghargaan khusus dari Presiden Republik Indonesia.

Penghargaan dari presiden tersebut merupakan sebuah bentuk apresiasi atas pencapaian God Bless dari masa ke masa selama kurang lebih 48 tahun, di mana para legenda musik rock tersebut telah menginspirasi musisi dari berbagai generasi.

Baca juga: Rayakan 48 tahun, godbless bikin konser virtual 31 Agustus

Band yang digawangi oleh Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, Abadi Soesman dan Fajar Satritama ini pun memberikan reaksinya atas penghargaan yang akan diterima pada 31 Agustus mendatang.

"Enggak pernah ada penghargaan karena enggak pernah ada penghargaan kayak gini ya, dulu kan penghargaan karena kaset laku. Ini kejutan sih buat kami-kami semua dan luar biasa," ujar Ian Antono dalam webinar "48 Tahun God Bless- Mulai Hari Ini" pada Jumat (20/8).

Senada dengan Ian, Achmad Albar mengaku bersyukur karena memiliki presiden yang menaruh perhatian pada musik, terutama rock.

"Dulu belum pernah ada, artinya perhatian untuk musisi dan produksi musik kurang diperhatikan. Mudah-mudahan generasi muda akan dapat perhatian yang lebih lagi dari pemerintah.

God Bless juga mengungkapkan tidak pernah menyangka bisa bertahan selama 48 tahun. Banyak hal telah mereka lalui, termasuk kehilangan personelnya.

"Kita bisa bertahan sampai sekarang adalah suatu hikmah yang luar biasa. Bersyukur dikasih sehat dan eksis sampai sekarang, mudah-mudahan kita bisa merayakan lagi setengah abad itu," kata Achmad Albar.


Baca juga: Achmad Albar bersyukur Godbless diterima kaum milenial

Baca juga: Musisi lintas generasi akan gelar konser gratis "Musik untuk Republik"

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar