Guangzhou (ANTARA News) - Ketua Umum PB PODSI, Achmad Sutjipto menyatakan tim putri perahu naga Indonesia sebenarnya memiliki peluang meraih medali emas Asian Games XVI/ 2010, namun kalah persiapan dari lawan beratnya tuan rumah China.

"Persiapan tim Indonesia hanya lima bulan, sedangkan China lebih panjang. Saya yakin bila pelatnas perahu naga dimulai Januari atau Februari tim putri juga bisa melibat tim China," kata Sutjipto di Dermaga Danau Zengcheng, Guangzhou, Sabtu.

Dengan persiapan hanya lima bulan saja, tim putra Indonesia bisa mendominasi dan tim putri tampil konsisten di peringkat kedua dengan tiga medali perak dari tiga nomor yang dipertandingkan.

Tim putri sendiri sempat mengalahkan tim China pada heat pertama nomor 250 meter, namun akhirnya tak mampu mengulang sukses di heat ke-2 dan partai final.

"Putri China memang kuat dan mereka melakukan evaluasi setelah kegagalan mereka di Asian Beach Games di Bali 2009. Padahal di event itu putri Indonesia mendominasi dengan sapu bersih tiga emas," katanya.

Pada kesempatan itu, Sutjipto mengaku senang bila cabang dayung menjadi penyelamat bagi Kontingen Indonesia pada Asian Games XVI/ 2010. Namun demikian, ia menyebutkan sukses yang diraih tim perahu naga merupakan buah kerja keras dan doa dari seluruh rakyat Indonesia.

"Sukses mereka adalah buah latihan dan kerja keras kita semua dan doa dari rakyat Indonesia," katanya.

Sementara itu, setelah sukses di Guangzhou, tim perahu naga Indonesia menatap optimisme di SEA Games 2011 yang akan digelar di Indonesia. Saingan berat dari Myanmar dan Thailand.

Selain itu, PB PODSI juga akan menggalang dukungan untuk melobi International Olympic Commite (IOC) agar cabang olahraga perahu naga dipertandingkan di ajang Olimpiade.

"Kami akan berusaha maksimal melakukan pendekatan dan menggalang dukungan untuk memasukan cabang perahu naga dipertandingkan pada Olimpiade," kata Ahmad Sutjipto.

Sementara itu Manajer Tim Dayung Indonesia, Young Mardinal Djamaludin menyebutkan, sukses tim Indonesia tidak lepas dari spirit bertanding dan percaya diri atlet yang terjaga.

"Spirit bertanding mereka cukup tinggi dan konsisten. Emas pertama yang diraih pada hari pertama meningkatkan percaya diri, buktinya catatan waktu yang ditempuh selalu lebih baik saat berlaga di final," kata Djamaludin.

Tim perahu naga Indonesia memboyong tiga medali emas dan tiga perak sekaligus menjadi juara umum pada nomor pertandingan itu mengalahkan China yang harus puas dengan tiga emas dan tiga perak.
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010