Kota Gaza (ANTARA News) - Tentara Israel pada Minggu menembak dan mencederai empat warga Palestina saat mereka mencari bahan bangunan di dekat perbatasan Gaza dengan Israel, kata sumber kesehatan.

Remaja putra 15 tahun termasuk yang ditembak di daerah utara kota Beit Hanun, kata juru bicara layanan darurat Gaza.

Tentara Israel memastikan menembaki sejumlah orang, "yang mendekati pagar perbatasan" setelah tidak menghiraukan tembakan peringatan.

"Pasukan itu menembak bagian bawah badan mereka dan tahu mengenai salah satu dari mereka," kata juru bicara itu.

Ia tidak memiliki keterangan tentang tiga korban lain.

Secara teratur, warga Gaza terancam cedera atau tewas akibat mencari kerikil di reruntuhan bangunan ditinggalkan di sepanjang perbatasan itu, meskipun dekat dengan 300 meter wilayah khusus Israel 300.

Israel menyatakan wilayah tak boleh dirambah itu diperlukan untuk mencegah juru tembak dan pembom Palestina mencapai, dan mungkin melanggar, pagar perbatasan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu, pejuang di Gaza utara menembakkan roket ke Israel selatan, namun tidak menimbulkan korban atau kerusakan, kata tentara.

Roket itu meledak di udara saat menuju Shaar HaNegev di Israel selatan, yang terletak di sepanjang perbatasan timurlaut Gaza, kata jurubicara.

Menurut hitungan tentara, Palestina menembakkan lebih dari 190 roket atau mortir ke Israel dari jalur pantai dikendalikan Hamas itu sejak awal tahun ini.

Gaza pada umumnya tenang sejak gempuran menghancurkan 22 hari Israel berakhir pada Januari 2009, namun pejuang Palestina terus-menerus menembakkan roket, dan kejadian maut masih sering di sepanjang perbatasan itu.

Kekerasan baru-baru ini terjadi setelah beberapa bulan secara umum tenang sesudah perang Gaza, saat Hamas mengambil langkah mengendalikan kelompok bersenjata lebih kecil dan lebih keras, yang diyakini berada di balik serangan roket tersebut.

Hamas menentang keras perundingan perdamaian Israel-Palestina, yang dimulai kembali di Washington pada September setelah mandek hampir dua tahun.

Pembicaraan babak kedua dijadwalkan berlangsung pada Selasa di Mesir.

Pada akhir 2008, Israel mengobarkan perang besar 22 hari atas Jalur Gaza untuk menghentikan serangan roket terhadap wilayahnya.

Kemelut itu menewaskan 1.400 warga Palestina dan 13 orang Israel.

Angkatan Udara Israel membom lebih dari 40 terowongan, yang menghubungkan wilayah terkucil Jalur Gaza dengan gurun Sinai di Mesir saat gempuran itu dimulai.

Terowongan lintas perbatasan itu digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata ke wilayah Jalur Gaza, yang terputus dari dunia luar akibat dikucilkan Israel sejak Hamas menguasainya pada 2007.

Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina, yang mencakup ratusan warga dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, dinyatakan bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tiga belas warga Israel tewas dalam perang itu.

Upaya perdamaian Timur Tengah macet sejak kemelut itu dan Jalur Gaza tetap dikucilkan Israel.

Jalur Gaza, kawasan pesisir padat penduduk, dikucilkan Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah, yang setia kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dalam pertempuran maut beberapa hari.(*)

AFP/B002/M016

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010