Tenun Bali, Batik Solo Menarik Perhatian Disainer, Wartawan Mode Ceko

London (ANTARA News) - Busana Tenun Bali dan Batik Solo karya perancang Priyo Oktaviano menarik perhatian para disainer wanita terkemuka Ceko dan wartawan mode dari majalah fashion Harper`s Bazaar, Marie Claire, Cosmopolitan dan "Mlada Fronta Dnes", yang diperagakan oleh pragawati pada acara `Coffee Morning' di Wisma Duta Praha.

Dalam acara coffee morning tersebut juga hadir sejumlah duta besar wanita negara sahabat, diplomat wanita, para isteri duta besar, pengusaha wanita yang menyatakan kekaguman dengan keindahan kain tenun Bali dan Batik Solo, ujar Counsellor Pensosbudpar, KBRI Praha, Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara, Senin.

Dikatakannya dalam acara peragaan busana Indonesia itu ditampilkan sebanyak 18 koleksi gaun koleksi busana disainer terkemuka Indonesia, Priyo Oktaviano, dengan bermotif Tenun Bali dan Batik Solo yang diperagakan oleh para model dari Ceko.

Dubes RI Praha, Emeria Siregar, dalam sambutan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara memperkenalkan kekayaan ragam busana tradisional Indonesia, sekaligus sebagai pembuka jalan untuk membina hubungan antara perancang mode Indonesia dengan perancang mode setempat. 

Menurut Emeria Siregar, selain batik, wayang, keris, gamelan dan angklung, yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya nasional Indonesia, dan Indonesia juga memiliki warisan budaya tenun yang kini sedang digalakkan.

UNESCO telah menetapkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Sidang ke-6 Inter-governmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bali tahun 2011. Emeria Siregar berharap kegiatan ini menjadi salah satu mendekatkan Indonesia kepada para sahabat Indonesia di Ceko.

Peragaan busana tersebut diawali dengan memamerkan mantel musim dingin motif kain tenun Bali, dilanjutkan dengan peragaan baju siap pakai bermotif Batik Solo, dan diakhiri dengan peragaan gaun malam yang anggun bermotif tenun khas Bali.

Sementara itu Priyo Oktaviano, sang perancang, menaruh harapan tinggi agar ragam tenun bisa go internasional dan menyampaikan keinginan, bahwa nantinya kain tenun nusantara bisa menjadi trendsetter di kancah dunia.

Untuk itu, semuanya harus dimulai dari diri sendiri sebagai warga negara Indonesia dengan mulai memakai dan memperkenalkan ragam busana tenun nusantara, ujarnya.

Selain peragaan busana di Wisma Duta Praha, Priyo Oktaviano juga memperagakan koleksi busana yang sama di Galeri Emila Filly di kota Usti Nad Labem, Ceko, pada Senin, mendatang atas permintaan universitas setempat kepada KBRI Praha, demikian Azis Nurwahyudi. (ZG/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Pekalongan kejar status PPKM level 1 untuk percepat pemulihan ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar