Anti Hoax

Hoaks! Jokowi akan jual sebagian Kaltim

Hoaks! Jokowi akan jual sebagian Kaltim

Arsip - Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk melakukan kunjungan kerja pada Selasa (24/8/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Lukas/am.

Jakarta (ANTARA/JACX) - Sebuah tautan konten artikel beredar di Facebook dengan judul "Soal Pemindahan Ibukota, Jokowi: Kita Bisa Jual Separo Dari Pulau Kaltim".

Konten milik situs petromaz.blogspot.com itu turut menampilkan foto Presiden Joko Widodo tanpa masker.

Hingga Senin (30/8), unggahan itu telah menerima sebanyak 10 respon dari pengguna lain Facebook.

Namun, benarkah Presiden Jokowi akan menjual sebagian Pulau Kaltim sebagaimana disebut dalam konten itu?
 
Tangkapan layar artikel yang menyatakan Jokowi akan jual sebagian Kaltim (facebook)


Penjelasan:
ANTARA menelusuri artikel "Soal Pemindahan Ibukota, Jokowi: Kita Bisa Jual Separo Dari Pulai Kaltim" di situs petromaz.blogspot.com. Namun, artikel itu kini sudah tidak bisa diakses.

Kendati demikian, tulisan dengan judul serupa pernah dimuat juga oleh situs daring Reportase Indonesia pada 4 September 2019. Konten Reportase Indonesia bahkan juga memuat foto yang sama dengan konten artikel milik petromaz.blogspot.com.

Setelah diperiksa, artikel Reportase Indonesia itu sama sekali tidak berisi penjelasan Presiden Jokowi bakal menjual separuh Kaltim untuk pemindahan ibu kota.

Mengutip Tempo.co, artikel di situs Reportase Indonesia tersebut identik dengan isi berita di situs media iNews.id berjudul "Biayai Pemindahan Ibu Kota Rp466 T, Jokowi Usul Jual Tanah Negara di Kaltim" yang dimuat pada 4 September 2019.

Klaim: Jokowi akan jual sebagian Kaltim
Rating: Salah/Disinformasi

Baca juga: Presiden Jokowi tegaskan agenda pembangunan ibu kota baru diteruskan

Cek fakta: Hoaks, Jokowi pindahkan ibu kota karena tamu asing suka bertemu Anies

Cek fakta : Cek fakta: Benarkah suku Dayak dukung Ahok sebagai Kepala Ibu Kota Negara?

Pewarta: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jaga kerukunan beragama,  Wapres serukan hentikan hoaks

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar