Dolar AS melemah terimbas data ekonomi

Dolar AS melemah terimbas data ekonomi

Ilustrasi - Uang kertas Dolar AS dan Yen Jepang. ANTARA/Shutterstock/pri.

New York (ANTARA) - Nilai tukar dolar AS langsung melemah pada perdagangan Selasa malam (31/8/2021) waktu New York, setelah data tingkat keyakinan konsumen selama Agustus di negara adidaya ini, turun ke angka terendah sejak enam bulan terakhir.

Di pasar uang New York, satu euro naik menjadi 1,1812 dolar AS dari 1,1803 dolar AS di perdagangan sebelumnya, dan satu pound Inggris turun hingga 1,3757 dolar AS dari 1,3767 dolar AS pada sesi sebelumnya. 1 dolar Australia naik menjadi 0,7318 dolar AS dibandingkan 0,7297 dolar AS sebelumnya.

Dolar AS diperdagangkan pada 110,00 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya 109,88 yen. Sedangkan satu dolar AS ditransaksikan 0,9149 franc Swiss, turun dari 0,9165 franc Swiss dan satu dolar AS pada penutupan tetap 1,2607 dolar Kanada tidak berubah dari sebelumnya 1,2607 dolar Kanada.

Conference Board yang berbasis di New York melaporkan, Selasa, Indeks Kepercayaan Konsumen AS turun menjadi 113,8 pada Agustus dari 125,1 selama Juli lalu.

"Keyakinan konsumen mundur di bulan Agustus hingga ke titik terendahnya sejak Februari 2021 (95,2)," kata Lynn Franco, direktur indikator ekonomi Conference Board.

"Keprihatinan atas varian Delta--dan penurunan suhu, kenaikan harga bahan bakar dan makanan-- menghasilkan gambaran yang kurang bagus dari kondisi ekonomi saat ini dan juga prospek pertumbuhan jangka pendek," kata Franco.
Baca juga: Dolar AS merosot setelah pidato Powell

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ekspor Ikan Gapi Diuntungkan Naiknya Kurs Dolar AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar