Jakarta (ANTARA News) - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan, mengatakan bahwa pelaku aksi teror yang ditangkap di Malaysia Fadli Sadama memiliki keterkaitan dengan Abu Bakar Ba`asyir.

"Antara Fadli dan Ba`asyir kalau ditarik benang merah memiliki keterkaitan, salah satunya adalah kasus perampokan Bank CIMB Niaga di Medan," kata Iskandar di Jakarta, Senin.

Fadli diduga sebagai otak perencanaan dari perampokan Bank CIMB yang dilakukan pada 18 Agustus 2010 bersama Toni Togar, ujarnya.

Perampokan Bank CIMB Niaga Medan melibatkan 18 orang dan menewaskan anggota Brimob Polda Sumut Briptu Imanuel Simanjuntak yang bertugas di bank itu.

"Para perampok yang telah ditangkap tiga diantaranya pernah mengikuti pelatihan di kamp pelatihan di Aceh yang diduga Ba`asyir terlibat didalamnya," kata Iskandar.

Fadli ditangkap pada Oktober 2010 di Johor Baru oleh Special Branch Polis Diraja Malaysia (PDRM) yang merupakan unit khusus menangani masalah teror, keamanan dalam negeri yang berintensitas tinggi di Malaysia.

Saat ditangkap yang bersangkutan membawa dua pucuk senjata api berupa pistol, pada perkembangannya pistol itu akan dibawa ke Indonesia yang dibeli dari Malaysia

Fadli dibawa ke Indonesia Sabtu (4/12) oleh tim yang dipimpin langsung oleh Direktur Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Petrus Golose dengan membawa barang bukti lainnya berupa uang Rp5 juta dan 16 ribu ringgit Malaysia yang diduga hasil perampokan.

Sementara itu, berkas perkara Ba`asyir telah dikembalikan kepada penyidik Polri karena belum lengkap (P19) dari Kejaksaan Agung (Kejagung), waktu penahanan Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki itu berakhir pada 13 Desember 2010.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010