Pontianak (ANTARA News) - Nelayan asing sering mencuri ikan di perairan Indonesia dengan mengganti bendera negara kita dengan bendera Merah Putih untuk mengelabuhi petugas patroli.

"Saat kami patroli terlihat kapal motor yang sedang melabuh jangkar dan pukatnya menggunakan bendera Indonesia. Setelah didekati baru diketahui bahwa mereka nelayan asing dari bahasa dan jenis kapal yang digunakan," kata Komandan Kapal Patroli Bisma-520 Kompol Sigit Hidayat di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan, modus tersebut cukup menyulitkan pihaknya untuk memastikan apakah kapal motor yang dipakai menangkap ikan itu adalah kapal asing atau nelayan Indonesia.

Kapal Patroli Bisma-520 dan Jalak-635 pada 30 November 2010 menangkap empat kapal asal Vietnam saat mencurian ikan di perairan Natuna.

Empat KM itu bernomor seri BTh 99463 TS dengan delapan nelayan atau anak buah kapal (ABK), BTh 87657 TS delapan ABK, BTh 98649 TS sembilan ABK, dan BTh 98232 TS enam orang ABK. Semuanya asal Vietnam yang saat ini dititipkan di Ditpolair Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

Keempat kapal nelayan asing itu memuat sekitar lima ton ikan dan jumlah ABK sebanyak 33 orang.

Kapal nelayan Vietnam itu melanggar UU Perikanan No. 45 tahun 2009 dan UU No. 9 tahun 1992 tentang Keimigrasian.

"Keempat KM asing itu kami titipkan di Ditpolair Kalbar untuk menjalani proses hukum selanjutnya. KM itu dirampas untuk negara senilai Rp2,1 miliar," kata Sigit.

Menurut pengakuan ABK KM asing itu, mereka telah melakukan pencurian sekitar satu bulan. Hasil tangkapan kemudian diserahkan ke kapal induk atau penampung yang lokasinya di luar wilayah Indonesia.

Komandan Kapal Patroli Bisma-520 mengatakan, dari hasil patroli beberapa waktu ini, secara umum pencurian ikan di perairan Natuna masih marak, malah semakin berani karena tinggal 10 mil dari Provinsi Kalimantan Barat.

Perairan Kalbar termasuk dalam Zona III bersama Natuna, Karimata dan Laut Cina Selatan dengan potensi ikan tangkap sebanyak satu juta ton per tahun. Jenis ikan bervariasi seperti tongkol, tenggiri dan cumi-cumi.

Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 km, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak dan 15.500 hektare laut.

(A057/R007/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010