Solo (ANTARA News) - Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) di Jalan Kedempel Nomor 14 Dawung Lor, Solo, Jawa Tengah, menjelang Natal diteror dengan tembakan diduga menggunakan senjata api oleh orang yang tidak dikenal.

Sri Sarsiyah (37) staf pegawai GKMI Solo di lokasi kejadian, Rabu, mengatakan bahwa dirinya curiga saat membuka pintu gereja pada Minggu (5/12) sekitar pukul 06.00 WIB banyak sepihan kaca di ruangan dan besi kecil diduga proyektil.

Sri Sarsiyah kemudian memeriksa kaca nako gereja di lantai dua ada bekas pecah berlubang dengan diameter sekitar lima centimeter.

Selain itu, menurut Sri, besi kecil yang diduga proyektil senjata api tembus hingga mengenai tembok di atas altar gereja.

Namun, Sri tidak mengetahui kapan kejadiannya penembakan tersebut.

"Kami kemudian memberitau peristiwa tersebut kepada pegawai staf tata usaha GKMI Yunaeni (33) warga Sebrang RT 05 RW 8 Mojosongo, Solo. Serpihan kaca itu banyak tersebar di ruangan jemaat," katanya.

Menurut Sri, yang warga Dawung Tengah RT 03 RW 14, Solo, dirinya setiap Minggu pagi membuka gereja untuk mempersiapkan kegiatan sembayangan bagi jemaat GKMI.

Meniurut dia, ada sekitar 110 jemaat hingga 130 jemaat yang hadir mengikuti kebaktian yang dilakukan rutin mulai pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 08.00 WIB.

Sementara itu, Pendeta Muda GKMI, Simon Petrus Agus Wahyudi, mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui kapan kejadian terkait penembakan di gereja tersebut.

"Kami segera melaporkan kejadian ini ke polisi dan meminta pengamanan gereja ke depan lebih diperketat," katanya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan secara internal dengan pengurus gereja untuk membahas masalah kejadian tersebut, karena jemaatnya hingga saat ini belum mengetahui kejadian itu.

"Kami melaporkan ke polisi dengan membawa barang bukti berupa serpihan kaca dan besi kecil yang diduga proyektil senjata api yang ditemukan di ruang gereja," katanya.

Sementara itu, sejumlah petugas dari kepolisian setempat yang berpakaian preman mendatangi ke lokasi untuk mengecek kebenaran kejadian tersebut. Mereka tampak meminta keterangan sejumlah saksi di gereja itu.
(ANT/P003)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010