Menlu China akan ke Korsel di tengah pembicaraan denuklirisasi Korut

Menlu China akan ke Korsel di tengah pembicaraan denuklirisasi Korut

Arsip foto - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat ia pergi meninggalkan konferensi tingkat tinggi di desa gencatan senjata Panmunjom, Korea Utara, dalam foto yang disiarkan oleh Istana Kepresidenan Korsel, Sabtu (26/5/2018). ANTARA/REUTERS/HO-The Presidential Blue House/aa.

Seoul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China dijadwalkan mengunjungi Seoul pada 14 September untuk bertemu Menlu Korea Selatan Chung Eui-yong, di tengah pembicaraan denuklirisasi dengan Korea Utara yang terhenti.

"Kedua menteri berencana untuk bertukar pendapat mendalam tentang situasi Semenanjung Korea dan isu-isu regional dan global," kata Kementerian Luar Negeri Korsel dalam sebuah pernyataan, Selasa.

Kemlu Korsel menambahkan bahwa kedua belah pihak akan mengadakan pertemuan terpisah untuk membahas cara-cara untuk memajukan pertukaran budaya menjelang peringatan 30 tahun hubungan diplomatik kedua negara tahun depan.

Perjalanan Wang dilakukan di tengah kemacetan negosiasi, yang bertujuan untuk mengakhiri program nuklir dan rudal Korut dengan imbalan keringanan sanksi Amerika Serikat. Pembicaraan itu gagal pada 2019.

Pengaktifan kembali jaringan telepon (hotline) antar-Korea pada Juli mendorong harapan untuk memulai kembali pembicaraan denuklirisasi.

Tetapi, Korut berhenti menjawab hotline ketika Korsel dan AS memulai latihan militer tahunan mereka bulan lalu, yang telah diperingatkan oleh Pyongyang dapat memicu krisis keamanan.

Baca juga: Menteri Korsel harapkan peran China dalam upaya perdamaian Korea Utara

Sehari sebelum kedatangan Wang, kepala negosiator nuklir Korsel, AS, dan Jepang kemungkinan besar akan bertemu di Tokyo, menurut laporan kantor berita Yonhap.

Juru bicara Kemlu Korsel mengatakan bahwa rencana pertemuan itu belum berada pada tahap penyelesaian.

Utusan khusus AS untuk Korut Sung Kim mengatakan di Seoul akhir Agustus bahwa Washington tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Pyongyang dan bahwa dia siap untuk melanjutkan dialog "di mana saja kapan saja."

Korsel dan China juga kemungkinan membahas kunjungan ke Seoul oleh Presiden China Xi Jinping, yang diharapkan awal tahun lalu tetapi ditunda akibat pandemi.

China, satu-satunya sekutu utama Korut, telah memainkan peran kunci dalam upaya menekan Pyongyang untuk membongkar program nuklirnya.



Sumber: Reuters

Baca juga: Menlu Korsel, China berjanji tangani bersama Korut dan COVID-19

Baca juga: Total dagang China-Korea Utara turun 80 persen saat pandemi COVID-19


 

Upaya membangun perdamaian dan denuklirisasi di Semenanjung Korea


 

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar