Karawang (ANTARA News) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berencana memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) melaui kegiatan tari jaipong yang diikuti 5.000-6.000 penari jaipong se-Karawang pada 26 Desember 2010.

"Rencana memecahkan (MURI) museum rekor Indonesia itu kami lakukan dengan mengandalkan peserta (penari jaipong) terbanyak," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, Acep Jamhuri, kepada ANTARA, di Karawang, Kamis.

Dikatakannya, peserta pementasan tari jaipong tersebut diandalkan dari peserta penari jaipong lokal Karawang, diramaikan dengan partisipasi penari lainnya dari luar Karawang, seperti dari Subang, Purwakarta, Bandung, dan lain-lain.

Para peserta pementasan tari jaipong yang akan mengikuti kegiatan memecahkan MURI tersebut, kata Acep, berusia minimal 12 tahun atau berstatus siswa kelas VI SD. Sedangkan usia maksimalnya tidak dibatasi.

"Saat ini, pihak panitia sudah melakukan berbagai persiapan agar rencana pemecahan MURI nanti bisa berjalan lancar. Termasuk diantaranya melakukan koordinasi ke berbagai pihak," katanya.

Lokasi yang dipilih dalam kegiatan itu ialah di jalan raya Ahmad Yani sepanjang sekitar 500 meter. Dengan demikian, akan ada penutupan jalan raya selama kegiatan itu berlangsung.

Menurut dia, kegiatan tari jaipong yang akan memecahkan MURI itu digelar sebagai upaya Pemkab Karawang dalam memunculkan kembali seni dan budaya asli Karawang. Sebab, tari jaipong pada awalnya muncul dari Karawang.

"Semoga kegiatan tari jaipong yang direncanakan memecahkan MURI nanti bisa menimbulkan kebanggan tersendiri bagi warga Karawang," kata Acep. (*)
(KR-MAK/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010