Disdikpora: Vaksinasi pelajar 112 SMA/SMK di DIY di atas 80 persen

Disdikpora: Vaksinasi pelajar 112 SMA/SMK di DIY di atas 80 persen

Ilustrasi - Petugas sekolah mengukur suhu tubuh orangtua/wali murid saat pengambilan surat keterangan lulus pelajar kelas IX di SMP Taman Dewasa Jetis, Yogyakarta, Senin (8/6/2020). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj)

Kami masih menyisir sekolah-sekolah yang vaksinasinya lebih dari 80 persen
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan vaksinasi COVID-19 untuk pelajar di 112 SMA/SMK di daerah ini telah mencapai di atas 80 persen.

"Jumlah SMA/SMK yang vaksinasinya sudah lebih atau sama dengan 80 persen baik negeri atau swasta ada 112 sekolah, tersebar di lima kabupaten/kota," kata Wakil Kepala Disdikpora DIY Suhirman saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Suhirman, sekolah yang telah mencapai vaksinasi siswa secara maksimal tersebut masih 28 persen dari total SMA/SMK di DIY yang berjumlah 364 sekolah.

Baca juga: Satgas COVID-19 Yogyakarta intensifkan vaksinasi langsung ke wilayah

Sekolah dengan capaian vaksinasi maksimal tersebut masuk kualifikasi untuk dipertimbangkan melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM).

"Kami masih menyisir sekolah-sekolah yang vaksinasinya lebih dari 80 persen," kata dia.

Selain vaksinasi, SMA/SMK yang dipertimbangkan dapat melaksanakan simulasi adalah yang telah memiliki sarana prasarana memadai untuk mendukung penerapan protokol kesehatan (prokes) sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

Baca juga: Simulasi pembelarajan tatap muka di Yogyakarta digelar bertahap

"Kemudian tempat duduk siswa berjarak 1,5 meter dan kapasitas maksimal 50 persen," kata dia.

Masing-masing sekolah juga dipastikan memiliki prosedur operasional standar (POS) pelaksanaan PTM.

Suhirman mengakui saat ini sudah ada 25 SMA/SMK yang berinisiatif mengajukan menggelar simualsi dan seluruhnya telah melaksanakan vaksinasi siswa di atas 80 persen.

Baca juga: Mahasiswa UGM kembangkan tempat sampah untuk olah limbah masker medis

Meski demikian, Disdikpora DIY masih terus melakukan pemetaan dan kajian sehingga belum bisa memutuskan jumlah SMA/SMK yang dapat menggelar simulasi PTM. "Belum bisa memutuskan karena ini baru proses pengajuan," kata dia.

Saat simulasi PTM dimulai, menurut dia, Disdikpora DIY akan melakukan evaluasi sepekan sekali selama 14 hari pelaksanaan. Jika diketahui ada pelanggaran, sekolah bakal langsung diminta menghentikan simulasi.

Baca juga: Presiden Jokowi minta Bupati Sleman optimalkan vaksinasi lansia

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X belum mengizinkan pembelajaran tatap muka di sekolah meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayahnya telah turun menjadi level 3.

Untuk menuju pembelajaran tatap muka di sekolah, menurut Sultan, sekurang-kurangnya seluruh siswa di DIY telah disuntik vaksin COVID-19 dosis pertama.

"Soalnya kalau enggak (divaksinasi) saya khawatir nanti banyak yang positif lalu saya di-PTUN-kan sama bapak ibunya, gimana? Risiko itu kan bisa," kata Sultan.

Baca juga: Presiden Jokowi tinjau vaksinasi untuk 375 pelajar SLB di Yogyakarta
  #ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3M
#vaksinmelindungikitasemua 

​​​​​​​

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar