Pacitan (ANTARA News) - Keluarga besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, "terbelah" dalam menyikapi pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat yang digelar, Senin.

Sinyalemen itu kembali mengemuka pascacoblosan yang dilakukan salah seorang calon bupati yang juga masih memiliki pertalian darah dengan orang nomor satu di negeri ini, Nurcahyono.

Kepada wartawan, adik sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kini maju dengan menggunakan kendaraan koalisi delapan partai non-Partai Demokrat ini mengaku, telah mendapat restu dari "Cikeas" (presiden).

"Beliau tetap merestui, meskipun secara formal rekomendasi diberikan pada calon yang diusung Partai Demokrat," katanya percaya diri. Pria yang kini berprofesi sebagai pengusaha jasa konstruksi di Jakarta ini lalu bicara panjang lebar mengenai dukungan keluarga.

Menurut versi dia, tak semua anggota keluarga memiliki pandangan ataupun sikap politik sama. Demikian juga halnya dalam konteks pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pacitan.

Meski ia tak maju langsung dari Partai Demokrat, Nurcahyono tetap yakin mendapat dukungan dari keluarga, terutama dari keluarga presiden yang masih berada segaris keturunan dengan dirinya. "Saya tetap yakin mendapat dukungan keluarga," ujarnya optimistis.

Cabup yang sempat mengundang kontroversi karena maju bursa pilkada bersama artis seksi Julia Perez, tanpa meminta restu keluarga besar presiden di Pacitan ini, tak menjelaskan lebih jauh mengenai dukungan yang dia maksud.

Namun, ia memastikan, dukungan itu ada dan sikap politik keluarganya memang heterogen. "Politik, ya politik, (jalinan) keluarga tetap. Kami tidak mencampuradukkan keduanya," ucapnya, menegaskan.

Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon seluler, kakak sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Soejono, mengaku tidak sepenuhnya mengetahui sikap politik keluarganya.

Ia hanya memastikan bahwa orientasi dan keberpihakan politik keluarganya di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan (tempat tinggal SBY saat masih kecil/kanak-kanak) tetap diarahkan kepada calon yang diusung Partai Demokrat.

"Partai ini didirikan dan dibesarkan oleh Presiden SBY, jadi siapapun yang didukung partai ini, keluarga besar kami pasti akan mendukung," ujarnya, menegaskan.

Soal pencalonan Nurcahyono, mantan Ketua DPRD Pacitan periode 2004-2009 ini mengaku, tidak lagi mau mempersoalkan.

Meski awalnya sempat menyayangkan keputusan kontroversial Nurcahyono karena tak pernah berkonsultasi dengan keluarga, ia mengatakan hal itu merupakan hak politik cabup nomor urut 1 yang diusung koalisi delapan partai politik "gurem" tersebut.

Keluarga besar presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kabupaten Pacitan, baik yang memiliki pertalian darah langsung maupun tidak, hingga saat ini cukup besar.

Soejono mengklaim, setiap kali digelar reuni keluarga jumlahnya bisa mencapai kisaran 200-an orang. Hanya, tak semua tinggal di Pacitan. "Dari jumlah itu yang memiliki hak pilih mungkin ada antara 15-25 orang," paparnya.

Ada tiga pasangan calon yang dipastikan maju dalam bursa pemilihan langsung tersebut. Mereka masing-masing adalah pasangan Nurcahyono dan Masruri Abdul Ghoni yang diusung Koalisi 8 Parpol; pasangan Brigjend TNI Aziz Ahmadi dan Mardiyanto (ASMAR) yang diusung koalisi PDIP dan Golkar; serta pasangan Indartato-Suprayitno (INTAN) yang diusung Partai Demokrat bersama Hanura, PKS, dan PPP.

Jumlah pemilih secara keseluruhan menurut data KPU setempat tercatat sebanyak 461.208 orang/pemilih. Ratusan ribu pemilih berusia 17 tahun ke atas ini tersebar di 883 TPS yang ada di 171 desa dan 12 kecamatan.

Untuk mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut, Pemkab Pacitan bahkan mengeluarkan kebijakan meliburkan seluruh pegawai (PNS)di lingkungan kerjanya, supaya mereka bisa menggunakan hak pilih.
(ANT-130/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010