Kemenperin: IKM nyaris raup Rp500 juta dari Gernas BBI tahun ke-2

Kemenperin: IKM nyaris raup Rp500 juta dari Gernas BBI tahun ke-2

Ilustrasi - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meninjau produk-produk Artisan yang ditampilkan pada Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan tema Festival Joglosemar: Artisan of Java, di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (20/5). ANTARA/HO-Kemenperin/pri.

Dampak Gernas BBI terhadap IKM sangat membantu dengan nilai transaksi Rp499.944.500 di tahun kedua gelaran BBI
Jakarta (ANTARA) - Industri Kecil Menengah (IKM) meraup Rp499,9 juta dari gelaran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diimplementasikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui berbagai kegiatan, di antaranya Pameran Jogja Solo Semarang (Joglosemar), serta pameran di beberapa lokasi lainnya.

"Dampak Gernas BBI terhadap IKM sangat membantu dengan nilai transaksi Rp499.944.500 di tahun kedua gelaran BBI," kata Plt Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita kepada Antara dihubungi di Jakarta, Senin.

Reni memaparkan rangkaian acara Festival Joglosemar digelar tidak hanya di area Jawa Tengah dan Yogyakarta, namun juga di Jakarta yaitu di Mall Kota Kasablanka dan Mall Puri Indah.

Baca juga: Gernas BBI harus lebih banyak libatkan UMKM pangan

Menurut data Kemenperin, nilai transaksi untuk lokasi di Borobudur atau saat acara puncak Festival Joglosemar adalah sebesar Rp136,7 juta.

Sedangkan, transaksi di Mall Kota Kasablanka mencapai Rp213,8 juta. Sementara di Mall Puri Indah membukukan transaksi Rp149,4 juta.

Perhelatan tersebut melibatkan 1.790 IKM, berbagai loka pasar dan aplikasi keuangan, di antaranya Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli, Dana, dan LinkAja.

Reni menyebut Kemenperin akan terus menindaklanjuti Gernas BBI Festival Joglosemar dengan mengupayakan semakin banyak IKM yang bergabung dalam loka pasar, melakukan pendampingan dan branding produk IKM, melakukan kurasi, dan sertifikasi, serta memberikan fasilitas permesinan.

Baca juga: Kemendag: Tahun ke-2 BBI 14 juta UMKM gabung di perdagangan elektronik
 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

UMKM mesti semakin akrabi pemasaran digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar