559 pasien COVID-19 dirawat di RS Wisma Atlet kemayoran

559 pasien COVID-19 dirawat di RS Wisma Atlet kemayoran

Warga melintas di kawasan RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat. ANTARA/Muhammad Zulfikar.

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 559 pasien terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19) masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran hingga Selasa (14/9).

"Pasien bertambah 3 orang," kata kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kolonel Marinir Aris Mudian di Jakarta, Selasa.

Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Senin (13/9) sebanyak 556 orang. Pasien yang masuk berasal dari wilayah DKI Jakarta.

Menurut dia, para pasien COVID-19 itu dirawat di tower 4, 5, 6 dan 7. Para pasien itu dirawat dengan gejala ringan.

Baca juga: Jumlah pasien COVID-19 di Wisma Atlet terendah sejak setahun terakhir
Baca juga: Empat nelayan Aceh dari Thailand dikarantina di Wisma Atlet
Baca juga: Kapuskes TNI: Isolasi terpusat kurangi beban RS rawat pasien COVID-19


Kapasitas RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini mampu menampung 7.937 pasien. 

Jumlah pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet sejak 23 Maret 2020 hingga 14 September 2021 mencapai 127.602 orang pasien. Sebanyak 127.043 orang pasien telah keluar dengan rincian 125.424 dinyatakan sembuh, 1.025 dirujuk ke RS lain dan 594 orang meninggal dunia.

Sementara RS Darurat Wisma Atlet Pademangan pasien rawat inap sebanyak 4.699 orang hingga Selasa. Angka itu berkurang 107 orang dibandingkan Senin (13/9) sebanyak 4.806 orang. Para pasien itu dirawat di tower 8,9 dan 10.

Sebelumnya Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono menyatakan sarana isolasi terpusat juga memberi layanan kesehatan dan pendampingan medis kepada pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan sehingga mereka yang bergejala sedang dan berat dapat dirawat di RS rujukan.

Pewarta: Fauzi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BOR RSDC Wisma Atlet turun menjadi 25 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar